Ingatkan Calon Presiden Baru, Jusuf Kalla: Harus Tahan Banting, Bayar Bunga Hutang Rp 400 Triliun! -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ingatkan Calon Presiden Baru, Jusuf Kalla: Harus Tahan Banting, Bayar Bunga Hutang Rp 400 Triliun!

Senin, 18 April 2022 | April 18, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-18T09:51:32Z

Ingatkan Calon Presiden Baru, Jusuf Kalla: Harus Tahan Banting, Bayar Bunga Hutang Rp 400 Triliun!

WANHEARTNEWS.COM - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla ingatkan calon presiden baru nanti harus tahan banting, karena harus bayar bunga hutang sampai Rp. 400 triliun. 

Jusuf Kalla mengungkapkan tantangan yang akan dihadapi calon presiden baru pengganti Joko Widodo (Jokowi) pada periode 2024. 

Tantangan itu adalah harus bisa membayar hutang pemerintah yang bernilai triliunan rupiah. 

Dia juga mengungkapkan kriteria calon presiden yang cocok memimpin Indonesia pada 2024-2029, salah satunya ialah harus tahan banting karena harus mampu bayar bunga hutang sampai Rp. 400 triliun.

“Saya bilang presiden akan datang harus punya kemampuan besar dan tahan banting,” ujar Jusuf Kalla di kediamannnya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Minggu, 17 April 2022. 

Karena tantangan pada masa mendatang salah satunya sisi ekonomi masih belum dalam kategori baik,” ujar Jusuf Kalla melanjutkan.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini mengatakan angka utang pemerintah terus mengalami kenaikan selama pandemi Covid-19. 

Kementerian Keuangan melaporkan posisi utang pemerintah berada di angka Rp 7.014,58 triliun hingga akhir Februari 2022 dengan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 40,17 persen. 

Posisi tersebut meningkat jika dibandingkan dengan posisi utang per 31 Januari 2022 yang berada di angka Rp 6.919,15 triliun atau 39,63 persen dari PDB. 

Jadi artinya, ada pertambahan utang sebanyak Rp 95,43 triliun dalam waktu satu bulan.

Berdasarkan laporan dari APBN KITA edisi Maret 2022, secara nominal terjadi peningkatan total utang pemerintah seiring dengan penerbitan surat berharga negara (SBN) dan penarikan pinjaman di Februari 2022. 

“Utang terus naik, ini bunganya saja kalau rata-rata 6 persen karena obligasi atau 7–8 persen itu berarti membayar bunga saja Rp 400 triliun,” ujar Jusuf Kalla menjelaskan. 

“Sehingga betul-betul pemimpin [Indonesia] berikutnya harus bisa menyelesaikan itu semua,” ujar Jusuf Kalla menanadaskan. terkini

×
Berita Terbaru Update
close