Kasus Mafia Tanah, Polisi Geledah Kantor BPN Jakarta Selatan -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasus Mafia Tanah, Polisi Geledah Kantor BPN Jakarta Selatan

Kamis, 14 Juli 2022 | Juli 14, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-07-14T12:37:12Z

WANHEARTNEWS.COM -

WANHEARTNEWS.COM - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan digeledah polisi, hari ini. Penggeledahan itu terkait kasus mafia tanah yang diduga dilakukan pejabat BPN.

Hal tersebut dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi.

Penggeledahan dipimpin langsung oleh Hengki. "Hari ini kami akan geledah kantor BPN," katanya kepada wartawan, Kamis, 14 Juli 2022.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan menambahkan penggeledahan dilakukan guna mengembangkan kasus mafia tanah yang diduga dilakukan pejabat BPN. Penggeledahan dilakukan hari ini hanya di Kantor BPN Jaksel.

"Tentunya ini dimaksudkan dalam rangka pengembangan dari beberapa penangkapan yang telah dilakukan kemarin dan penetapan tersangka. Kami harapkan dengan adanya kegiatan pengeledahan hari ini penyidik bisa mendapatkan bukti-bukti lain yang menguatkan adanya kasus ini yang melibatkan oknum-oknum tertentu," katanya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap empat pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait sindikat mafia tanah. Total ada empat pejabat ASN di BPN kantor wilayah Jakarta dan Bekasi. Dua di antaranya adalah PS dan MB.

"Untuk saat ini sudah ada empat pejabat ASN BPN di wilayah Jakarta dan Bekasi yang sudah kami tangkap dan tetapkan sebagai tersangka," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu, 13 Juli 2022.

Pejabat BPN berinisial PS itu ditangkap di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa, 12 Juli 2022 malam. "Benar saudara PS yang merupakan salah satu pejabat di BPN kota Jakarta telah kami tangkap di Depok. Rencananya masih ada lagi tersangka lainnya yang notabene juga merupakan Pejabat BPN yang akan segera kami lakukan penangkapan kembali," katanya.

Sumber: viva
×
Berita Terbaru Update
close