Bupati Cianjur Herman Suherman Tepis Tudingan Selewengkan Bantuan Gempa -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Cianjur Herman Suherman Tepis Tudingan Selewengkan Bantuan Gempa

Rabu, 28 Desember 2022 | Desember 28, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-28T13:00:41Z

WANHEARTNEWS.COM - Bupati Cianjur Herman Suherman menjadi terlapor kasus dugaan korupsi atau penyelewengan bantuan bagi korban gempa bumi di wilayah yang dipimpinya.

Acsenahumanis Respon Foundation bertindak sebagai pelapor dugaan penyimpangan bantuan tersebut ke Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) KPK, Jumat, (16/12/2022).

Jubir KPK Ali Fikri membenarkan adanya laporan.  "Benar ada pengaduan dimaksud," kata Ali Fikri. Namun, Ali masih enggan membeberkan materi pelaporan tersebut. Dia hanya memastikan bahwa pihaknya bakal menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang masuk ke KPK. Termasuk, laporan dugaan penyelewengan bantuan untuk korban gempa di Cianjur.

"Tindak lanjutnya dengan menelaah dan verifikasi dulu untuk memastikan syarat kelengkapan laporan pengaduan,” ujarnya.

Dalam laporan Acsenahumanis Respon Foundation itu ada dugaan Herman Suherman menyelewengkan bantuan yang diberikan oleh Emirates Red Crescent berupa 2.000 lembar selimut, 25 ton beras, 1.000 paket kebersihan, 500 lampu bertenaga solar, serta batre charge untuk tenda.

Ada yang menyebut  sumbangan dari lembaga internasional diubah kemasan partai dan dijual ke pasar. Bupati menggunakan wewenangnya untuk memangkas distribusi bantuan, serta mengemas bantuan tersebut dengan bentuk lain dan menjual ke pasar. Ini baru bantuan logistik, belum dana bantuan internasional yang diduga juga ada penyelewengan.

Kecurigaan penyelewengan logistik bermula, saat bantuan tersebut diturunkan di gudang atau tempat penyimpanan lain yang bukan seharusnya. Selain itu, dugaan penyimpangan semakin menguat  saat mencoba mencari titik lokasi gudang lain sebagaimana petunjuk dari BPBD.

Bantuan yang tadinya ditempatkan gudang penunjukan dipindahkan ke ruko-ruko dan masyarakat dapat langsung mengambil bantuan tanpa prosedur SOP, dan pemindahan bantuan dari gudang BNPB ke ruko.

Bupati Cianjur Herman Suherman membantah laporan pengaduan ke KPK tersebut. "Mohon maaf bantuan  tidak mungkin dijual Bupati ke pasar. Mana ada bupati jual bantuan ke pasar. Bupati banyak kerjaan yang lain, saya masih fokus untuk penanganan bencana. Terlalu naif kalau menjual barang bantuan, warga Cianjur kasihan, masih banyak yang butuh bantuan," demikian Herman Suherman, Selasa (27/12/2022).

Herman mengatakan sejak awal menyampaikan ke perangkat daerah untuk tidak mengkorupsi bantuan, baik uang maupun barang, akan tercatat. Namun demikian, Herman mengaku tidak akan mengambil langkah terlalu cepat terkait laporan itu. Pihaknya akan menunggu jika nantinya dimintai keterangan.

Dia berencana menyampaikan apa adanya jika KPK memeriksanya. Herman menyerahkan ke KPK menilai benar atau tidak laporan itu.

“Sekarang saya lebih fokus ke penanganan bencana saja, karena masih banyak warga yang tinggal di pengungsian dan butuh perhatian pemerintah," ucapnya.

"Fitnah kepada saya, saya serahkan saja sepenuhnya kepada Allah SWT. Karena Allah yang maha mengetahui segala sesuatu," kata Herman.

Dia kemudian memohon doa dari seluruh masyarakat Cianjur agar bisa memberikan pelayanan terbaik untuk warga yang terkena dampak gempa bumi. "Saya akan berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik untuk para korban dengan apa yang saya mampu dan Pemda Cianjur mampu lakukan," katanya.

Herman juga menyatakan bahwa konsentrasinya fokus bekerja untuk mensejahterakan warga Cianjur, dan  memberikan hak-hak yang semestinya bagi warga Cianjur pasca gempa bumi. "Sekali lagi mohon doanya agar kita bisa keluar bersama-sama menjadi orang-orang lulus diuji oleh Allah SWT dengan bencana gempa bumi ini," pintanya.***

Sumber: suarakarya

×
Berita Terbaru Update
close