Kado Pesial dan Nikmat Dari Rini (21) -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kado Pesial dan Nikmat Dari Rini (21)

Kamis, 08 Juni 2023 | Juni 08, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-01T02:23:27Z

wanheart News

Dua tahun sudah berlalu, hari itu hari Jumat dan Rini memberitahuku agar aku menemuinya di tempat biasa kami ketemu, di sebuah cafe dibawah kantorku jam 4 sore. Aku sampai disitu persis jam 4, tapi aku nggak lihat batang hidungnya si Rini, tiba tiba ada bisikan lembut di belakang kupingku.

“Surprise!!”

BACA JUGA : Berpacu Dengan Waktu Dan Nafsv 

Aku sempat nggak percaya dengan apa yang kulihat. Seorang wanita cantik dengan celana jean dan kaos ketat berdiri di depanku. Pahanya yang panjang dan mulus terlihat jelas dibawah balutan celana jean. Disela pahanya tergambar jelas belahan kewanitaan yang belum pernah tersentuh laki laki.

Kaos ketat mempertegas beberadaan dua gunung kembar didadanya, sedangkan bagian bawah kaos yang sedikit pendek memperlihatkan kulit putih, bersih dan dihiasi sebuah tahi lalat kecil tepat di bawah pusar. Oh.. Sungguh pemandangan yang indah dan langka.

“Jangan ngliatin gitu dong Om! emangnya nggak pernah lihat cewek pakai jean”

“Sorry, Rin.. Kamu luar biasa, membuat Om jadi linglung.”

“Ah jangan ngerayu ah..”

BACA JUGA: Hasrat Nikmat Tante Merry  

“Nggak kok, hei kenapa tiba tiba kamu tampil beda begini,” aku bertanya sambil menggamit tangannya untuk mencari tempat duduk.

“Ehem.. Ada yang lupa rupanya, hari Ini aku bukan anak SMU lagi, aku sudah lulus, lulus, lulus dan merdeka dari segala pasungan dan aturan sekolah.. Katanya sambil berlagak kayak Rendra baca puisi.

“Rin.. Om masih penasaran kamu mau ngasih hadiah spesial apa sih sama Om,” aku bertanya sambil telentang ditempat tidur.

“Nanti aja deh.. Om pasti bakal tahu juga,” Rini merebahkan diri disamping kananku.

Kulingkarkan tangan kiriku ke tubuhnya, dia diam dan malah memejamkan matanya. Pelan tapi pasti bibirku menyentuh bibir Rini dengan lembut. Rini seperti tersentak tiba tiba. Tubuhnya sedikit mengigil dan nafasnya jadi memburu.

BACA JUGA: Hasrat Sang Dokter DI Desa Terpencil 

Aku segera mengecup kulit putih tepat dibelakang telinganya, Rini mengerang, “Om.. Geli.. Bulu roma Rini jadi berdiri semua.”

“Nggak apa apa Rin,” aku menjawab sambil terus mengerakkan bibir dan lidahku meluncur di lehernya yang jenjang.

Sungguh satu pemandangan yang sangat indah melihat gunung kembar muda dan baru pertama mengalami rangsanagn. Bentuknya masih bulat dan padat membuat aku tak sanggup lagi menahan diri.

Kuhisap dengan lembut dan tubuh Rini kembali bergetar.

“Oouuhh Om.. Rini nggak tahan Om. ”

“Nggak tahan apanya Rin?”

“Nggak tahu Om.. Nggak tahan aja”

BACA JUGA: Gairah Syahdu Kakak Mantan Pacarku 

Aku lupa kalau Rini belum pernah mengalami rangsangan seperti ini.

“Nggak pa pa Rin jangan ditahan.. Kalau Rini ngerasa sesuatu ikutin aja,” aku berkata sambil memutarkan jempol dan telunjukku ke puncak gunung kembarnya.

“Om.. Terus Om..”

“Iya Rin. Tapi bajunya buka dulu ya.”

“Ouuh Om.. Rini jadi basah Om.. ”

 

Bersambung

Untuk lengkapnya silahkan kunjungi

Kado Spesial Dari Rini Part  (Lengkap)


×
Berita Terbaru Update
close