Presiden Jokowi Mengaku Sedih Kerap Dibilang Bodoh: Demokrasi Digunakan untuk Melampiaskan Kedengkian -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Presiden Jokowi Mengaku Sedih Kerap Dibilang Bodoh: Demokrasi Digunakan untuk Melampiaskan Kedengkian

Rabu, 16 Agustus 2023 | Agustus 16, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-16T16:39:12Z

Menjadi orang nomor satu di negara yang menganut paham demokrasi, Presiden RI Joko Widodo kerap menerima kritikan pedas dari berbagai pihak. 

Tak jarang, kritik yang disampaikan kepadanya bernada hujatan hingga kata-kata yang tak pantas.

"Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, tidak tahu apa-apa. Ya, ndak apa, sebagai pribadi, saya menerima saja," kata Jokowi, saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Meski dirinya menerima kritik yang disampaikan, namun Jokowi mengaku sedih lantaran kebebasan dan demokrasi yang menjadi hak warga negara justru dilampiaskan dengan kedengkian dan fitnah terhadap dirinya.

"Yang membuat saya sedih, budaya santun, budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang," keluhnya.

"Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah," lanjut Jokowi.

Namun demikian, dirinya juga menyadari bahwa tidak semua masyarakat bertindak demikian. 

Menurut Jokowi, masih banyak masyarakat yang justru kecewa dengan makian yang disebut dengan polusi budaya tersebut.

"Cacian dan makian yang ada justru membangunkan nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publik," ujarnya.

Dirinya kemudian mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu menjaga mental agar bisa melangkah maju, menjalankan transformasi bangsa, dan menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber: suara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat Tanimbar Maluku saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2023 di DPR ([Youtube Setpres])
×
Berita Terbaru Update
close