Dokter Tifa membandingkan ide dan gagasan Gibran Rakabuming Raka dan Gielbran, Ketua BEM UGM.
Gibran adalah putra Presiden Joko Widodo, sedangkan Gielbran adalah aktivis muda yang dikenal kritis terhadap pemerintah.
Gielbran diketahui merupakan Ketua BEM UGM yang terang-terangan menyebut Presiden Jokowi sebagai alumnus UGM paling memalukan.
"Gielbran Muhammad, Ketua BEM UGM, menyatakan Jokowi adalah Alumnus UGM yg paling menjijikkan dan paling memalukan sepanjang sejarah UGM," tulis dokter Tifa.
Lalu dr Tifa membandingkan keberanian Gibran dan Gielbran.
Sindiran ini diduga ditujukan ketika Gibran sebelumnya sering kabur debat dalam kapasitasnya sebagai Cawapres.
Disini Dokter Tifa pun menyebut Gielbran lebih layak jika menjadi Wakil Presiden dibandingkan Gibran
"Ini anak beraninya bukan main. Layak jadi WAPRES," kata Dokter Tifa memuji Gielbran.
"Gielbran Muhammad ya, bukan Gibran bin Mukidi, Btw Giel, memang dia beneran lulus UGM?" ungkap Tifa.
Akhir pekan lalu viral baliho bertuliskan 'Jokowi Alumnus UGM paling memalukan' yang dipasang di Bundaran UGM, Sleman, Yogyakarta.
Ketika itu, Gielbran sebagai ketua BEM UGM adalah sosok yang paling bertanggungjawab atas baliho tersebut.
Aksi Gielbran dilakukan sebagai bentuk kritik kepada Presiden Jokowi yang mengotak-atik hukum dan negara demi anaknya Gibran Rakabuming Raka.
Tak segan-segan, Gielbran menilai bahwa produk dinasti politik menjadi sejarah memalukan bagi Indonesia.
Ia pun turut menyenggol Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam pernyataannya.
"Akan jadi sebuah sejarah yang sangat hina ketika ada seorang capres dan cawapres, yang satu produk gagal reformasi, yang satu anak haram konstitusi memimpin sebuah negara yang besar," (*)
Sumber: kilat
Foto: Gibran vs Gielbran, Dokter Tifa Bandingkan Ide dan Gagasan Anak Presiden dan Aktivis Kritis (Kolase faceboook Gielbran Muhammad Noor dan instagram @tifauziatyassumah)

