Pelaku pembunuhan dan rudapaksa kepada siswi SMP di Palembang bernama Ayu Andriani tuai sorotan publik.
Orang tua pelaku yang terlibat kasus rudapaksa dan pembunuhan menyebut tidak perlu meminta maaf kepada keluarga korban.
Ayu Andriani, siswi SMP di Palembang berusia 13 tahun menjadi korban rudapaksa sekaligus pembunuhan.
Orang tua pelaku sebut tak perlu minta maaf
Usai mengetahui anaknya terlibat dalam kasus rudapaksa dan pembunuhan, orang tua pelaku justru bersikap santai.
IS, MZ, MS, dan AS adalah inisial tersangka pembunuhan salah satu siswi di Palembang.
Korban dirudapaksa bergantian, pelaku menghabisi nyawanya sampai jasadnya dibuang ke semak-semak kuburan China.
Terduga motif pemalu rudapaksa siswi SMP di Palembang terbukti hobi menonton video asusila.
Minta anaknya dibebaskan
Bukan hanya tidak meminta maaf, orang tua pelaku juga meminta anak-anaknya segera dibebaskan.
"Merasa tak perlu meminta maaf kepada keluarga korban dan meminta anak2nya dibebaskan," tulis akun X @kegblgnunfaedh.
"Menurut mereka, anak-anak mereka adalah individu yang baik aktif dalam kegiatan positif, seperti bermain gitar, latihan karate, dan selalu mendengarkan dengan taat," tulis akun X @kegblgnunfaedh.
Ungkapan orang tua IS mengatakan anaknya terpaksa melakukan perbuatan tersebut bersama pelaku lainnya.
"Terus dia bilang imam itu terpaksa bu, disini percuma ngomong jujur percuma bu," ucap orang tua pelaku.
Reaksi warganet ikut geram karena sikap orang tuanya susah sekali untuk meminta maaf kepada keluarga korban.
"Minta maaf sesusah apa sih? itu orang tuanya kehilangan anak," kata akun X @zxelline. (*)
Sumber: kilat
Foto: Pelaku pembunuhan siswi SMP Palembang. (Twitter/@Heraloebss)

