WANHEARTNEWS.COM - Teheran – Kesepakatan penghentian permusuhan antara Teheran dan Washington belum mampu mengakhiri konflik kedua negara. Iran kini dilaporkan menyerang posisi militer Amerika Serikat di Yordania setelah AS diduga menghantam sasaran di Pulau Larak, wilayah selatan Iran.
Teheran dan Washington sebelumnya menandatangani nota kesepahaman penghentian permusuhan pada pertengahan Juni 2026. Kesepakatan itu hanya meredakan situasi untuk sementara karena kedua pihak kembali melancarkan serangan.
Rangkaian konflik bermula ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026. Iran merespons operasi tersebut dengan serangan balasan terhadap kepentingan kedua negara.
Ketegangan terbaru dikaitkan dengan dugaan serangan AS ke Pulau Larak. Seorang jurnalis Axios mengutip pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya dan menyatakan operasi itu diduga menyasar peluncur rudal Iran.
Iran kemudian dilaporkan menembakkan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika di Asia Barat. Press TV juga memberitakan serangan terhadap kapal-kapal AS yang berada di Selat Hormuz.
Laporan terpisah menyebut posisi militer Amerika Serikat di Yordania turut menjadi sasaran. RIA Novosti menyampaikan informasi tersebut dengan mengutip laporan Fox News yang bersumber dari seorang pejabat AS.
Fox News melaporkan hampir seluruh rudal berhasil dicegat. Serangan tersebut juga disebut belum menimbulkan kerusakan signifikan. Namun, laporan awal belum memuat jumlah rudal, lokasi sasaran secara terperinci, maupun kemungkinan korban.
Pemerintah Amerika Serikat, Iran, dan Yordania belum memberikan keterangan lengkap dalam informasi yang tersedia. Klaim mengenai sasaran, kerusakan, dan hasil pencegatan juga belum memperoleh verifikasi independen.
Perkembangan itu menunjukkan eskalasi baru antara Iran dan Amerika Serikat. Serangan berulang berpotensi memperluas konflik, terutama karena melibatkan Yordania, pangkalan militer di Asia Barat, dan jalur strategis di Selat Hormuz.
