Terlalu!, Ditinggal Mngungsi, Rumah Warga Terdampak Erupsi Semeru Malah Dijarah -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terlalu!, Ditinggal Mngungsi, Rumah Warga Terdampak Erupsi Semeru Malah Dijarah

Kamis, 09 Desember 2021 | Desember 09, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-09T05:05:59Z

Wanheart News

WANHEARTNEWS.COM - Ribuan rumah korban erupsi Gunung Semeru banyak dijarah. Barang-barang yang dijarah berupa peralatan rumah tangga hingga ternak.

Rumah yang menjadi sasaran penjarahan tersebar di 7 desa dari 2 kecamatan. Kondisi itu membuat nasib korban erupsi Gunung Semeru semakin mengenaskan.

"Ternak yang dijarah itu seperti ayam, sedangkan sapi atau kambing tidak ada (Penjarahan). Kompor juga banyak yang diambili. Mereka, banyak yang mengeluh kalau rumahnya dijarah," customized organization seorang personel BPBD Kabupaten Malang, Sarianto, Kamis (9/12/2021).

Sarianto menjelaskan, penjarahan tersebut baru diketahui saat BPBD Kabupaten Malang sedang melakukan pendampingan warga saat mengevakuasi barang-barangnya yang berada di dalam rumah, Senin (6/12/2021), lalu.

"Kalau laporan enggak ada, hanya saja mereka (Warga) mengeluh," jelas Sarianto.

Petugas bantu pengungsi erupsi bawa barang-barangnya/Foto: Istimewa (Dok BPBD Kabupaten Malang)

Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Sarianto, BPBD Kabupaten Malang dan BPBD Kota Batu dengan sejumlah relawan, bersiaga di lokasi hingga malam hari.

"Kami juga menghalau warga atau masyarakat yang datang karena ingin melihat lokasi terdampak atau warga yang ingin selfie di lokasi kejadian. Jadi seperti memblokade," ungkapnya.

"Saat ini warga masih injury. Biasanya mereka (Warga) siang itu kembali ke rumahnya. Lalu beranjak sore kembali ke pengungsian atau ke sanak keluarganya," sambungnya.

Hingga saat ini warga yang rumahnya terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru masih enggan kembali ke rumahnya masing-masing.

Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, merupakan salah satu desa terdampak erupsi Gunung Semeru. Setidaknya, ada puluhan rumah terkena banjir lahar dan abu vulkanik.

detik/

×
Berita Terbaru Update
close