Ade Armando Berulah Lagi, Sebut Ubedilah Jahat, Busuk, Dungu Luar Biasa -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ade Armando Berulah Lagi, Sebut Ubedilah Jahat, Busuk, Dungu Luar Biasa

Selasa, 18 Januari 2022 | Januari 18, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-01-18T12:39:25Z

WANHEARTNEWS.COM - Ade Armando menguliti manuver dan motif Ubedilah Badrun melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK dengan dugaaan korupsi, kolusi, nepotisme dan cuci uang.

Ade sangsi sih motif Ubedilah adalah ingin mengungkap kasus korupsi. 

Malahan pengisi konten di Cokro TV itu melihat motif Ubedilah hanyalah ingin menyudutkan Jokowi.

Jadi Ade Armando menduga manuver Ubedilah melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK seperti ini.

"Dan saya yakin Ubed tahu bahwa Kaesang dan Gibran tidak akan dinyatakan sebagai tersangka karena memang tidak ada alasan untuk tersangkakan mereka," kata Ade dikutip dari Cokro TV, Selasa 18 Januari 2022.

Nah andai KPK nggak memproses laporan itu, kata Ade, maka narasi yang akan dimainkan Ubedilah dan kelompoknya adalah KPK nggak berani usut anak presiden dan sebagainya.

"Begitu KPK tidak menindaklanjuti kasus Kaesang dan Gibran, Ubed atau kawan-kawannya akan mengatakan bahwa KPK takut pada presiden atau KPK pilih kasih atau KPK alat pemerintah dan semacamnya," kata Ade menduganya.

Kalau ternyata benar manuver Ubedilah seperti itu, Ade dengan tegas akan menyatakan dosen Universitas Negeri Jakarta itu jahat.

"Kalau benar begitu Ubed jahat dan bahkan busuk. Buat saya sih yang bodoh ya Ubed dan tentu saja Rocky Gerung (yang mengelu-elukan Ubed). Tujuan Ubed sangat mengada-ada," jelas Ade.

Dungu Luar Biasa

Nah selanjutnya Ade menguliti logika tudingan Ubedilah kepada Kaesang dan Gibran.

Pertama, soal logika rendahnya putusan pengadilan anak perusahaan Sinar Mas, PT BMH dalam pembakaran hutan. 

Anak perusahaan itu dituntut 78 triliun tapi malah putusan pengadilannya cuma 78 miliar.

Ade mengatakan kalau logika Ubedilah bilang putusan rendah yang diterima PT BMH itu karena berkaitan dengan anak dari petinggi Sinar Mas berkongsi bisnis Kaesang dan Gibran di perusahaan GK Hebat, ya jelas lemah.

Sebab putusan pengadilan atas vonis itu keluar pada 2016, sedangkan pada tahun itu, perusahaan bisnis Kaesang dan Gibran, PT GK Hebat belum berdiri.

Ade mengatakan kalau mau bermain saja, Presiden Jokowi tinggal meminta Kementerian Lingkungan Hidup jangan banding dalam perkara PT BMH. Selesai urusan, tapi kan Jokowi nggak melakukan itu, jelas Ade.

"Ubed ini dosen atau apa ya? Sebagai dosen seharusnya bisa berpikir berdasarkan bukti yang benar," kata Ade.

Selanjutnya Ade mematahkan logika Ubedilah soal adanya dugaan KKN dilakukan Gibran dan Kaesang karena perusahaan putra Jokowi itu dapat suntikan modal lebih dari 90 miliar dari perusahaan yang terafiliasi dengan Sinar Mas.

Berdasarkan catatan itu, Ubedilah patut diduga telah terjadi KKN antara grup Sinar Mas dengan anak presiden yang dampaknya secara langsung telah merugikan keuangan negara dan secara tidak langsung, dan di saat yang sama telah memperkaya anak-anak presiden menjadi tanda tanya besar bagi Ubed.

Ubed bilang aneh saja dengan usia bisnis Gibran dan Kaesang yang masih baru kok dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis. Ubed menduga nggak mungkin kalau dia bukan anak presiden.

Ade Armando pun mematahkan logika tersebut. 

"Ya ini dungu luar biasa," katanya.

Ubedilah Jahat

Ade menjelaskan dalam bisnis ventura atau penyertaan modal, suntikan dana ratusan juta sampai ratusan miliar itu hal yang biasa saja.

Dia mengingatkan perusahaan bentura itu dalam menyuntikkan dana itu yang dilihat sih bukan siapa pemilik perusahaan dan seberapa tua perusahaan berdiri.

"Pemilik modal ventura tidak akan berpikir tentang siapakah pendiri dan pengelola perusahaan. Uang mereka lihat adalah potensi keberhasilan di masa depan, bagi mereka yang penting, mereka akan menyuntikan modal yang memang punya reputasi menjanjikan," jelas Ade. 

Dosen UI itu yakin kok perusahaan modal ventura menyuntikkan modal ke perusahaan Gibran Kaesang bukan melihat status keduanya sebagai anak presiden.

"Mereka tidak akan menanam modal ventura karena alasan pemilik perusahaan adalah anak presiden dan kalau sekarang mereka mengucurkan dana kepada usaha yang dikelola putra-putra Presiden, itu dilakukan karena kalkulasi bisnis aja," tegasnya.

Untuk itu Ade menduga Ubedilah itu bermanuver dengan menyoal bisnis putra presiden. 

Jelas bagi Ade, Kaesang Gibram tidak KKN seperti yang dituduhkan Ubedilah.

"Seperti saya katakan, Ubed jelas mengada-ada tapi barangkali memang tujuannya bukanlah untuk membongkar korupsi karena Ubed pun tahu Kaesang dan Gibran tidak korup, Ubed ingin membangun image negatif dan apa yang dilakukannya itu jahat," katanya. [hops]
×
Berita Terbaru Update
close