Rektor UNPAR: Megawati dan Jokowi Disarankan Turut Minta Maaf, Jika PDIP Tak Mau Kehilangan Suara di Jawa Barat -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rektor UNPAR: Megawati dan Jokowi Disarankan Turut Minta Maaf, Jika PDIP Tak Mau Kehilangan Suara di Jawa Barat

Jumat, 21 Januari 2022 | Januari 21, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-01-21T10:44:20Z

WANHEARTNEWS.COM - Politisi PDIP, Arteria Dahlan kembali menjadi gunjingan publik pasca pernyataannya tentang bahasa Sunda. 

Setelah didesak berbagai pihak, termasuk petinggi Partai PDIP, anggota Komisi III DPR RI itu akhirnya meminta maaf.

Permintaan maaf kepada masyarakat Jawa Barat dan khususnya Sunda itu, disampaikan Arteria di DPP PDI Perjuangan, Kamis (20/1/2022).

"Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” kata Arteria, dikutip dari Suara.com, Kamis (20/1/2022).

Meski telah meminta maaf, pernyataan Arteria yang dianggap melukai hari warga Sunda itu diyakini berpotensi menggerus suara PDIP pada Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu dinyatakan Guru Besar Universitas Parahyangan (Unpar), Asep Warlan Yusuf. Menurutnya, ulah Arteria Dahlan itu sangat berpengaruh pada elektoral PDIP di Jawa Barat atau daerah-daerah lain yang memiliki komunitas Sunda.

Atas dasar itu, agar PDIP tidak menyesal karena kehilangan banyak suara di Jawa Barat, Asep menyarankan Jokowi dan Megawati juga meminta maaf kepada masyarakat Sunda.

“Bu Mega, yang didengar rakyat, harus meminta maaf mewakili Arteria. Sudah banyak yang marah lho. Tokoh Sunda, kelompok masyarakat, sudah mau bergerak,” ujarnya, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Jumat (21/1/2022).

“Tegur dan sanksi tegas. Pak Jokowi juga bisa memintakan maaf,” bebernya.

Asep menilai, teguran dan sanksi yang tegas akan mengobati luka di masyarakat yang ditorehkan akibat ulah Arteria Dahlan.

Sanksi tegas yang diberikan PDIP kepada Arteria bukan tidak mungkin justru akan membuat masyarakat berbalik menjadi simpati terhadap partai berlambang kepada banteng tersebut.

Asep menekankan, PDIP segera meredam dampak dari ulah Arteria Dahlan, supaya hal itu tidak melebar dan dipakai untuk kampanye pemilu 2024 mendatang.

“Berat sekali untuk PDIP. Segera diredam agar tak melebar dan dipakai kampanye menuju 2024. Segera rebut hati masyarakat Sunda yang amat mudah memaafkan ini,” kata Asep menyarankan.
×
Berita Terbaru Update
close