Bagi-bagi Mesin Kopi Bareng Politisi PDI-P, Ulah BRIN Kembali Jadi Sorotan Publik -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bagi-bagi Mesin Kopi Bareng Politisi PDI-P, Ulah BRIN Kembali Jadi Sorotan Publik

Rabu, 16 Februari 2022 | Februari 16, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-02-16T06:30:51Z

BRIN Lagi-lagi Disorot, Kali Ini Soal Bagi-bagi Mesin Kopi Bareng Politisi PDI-P

WANHEARTNEWS.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mendapatkan sorotan publik. 

Kali ini, salah satu langkah BRIN dinilai terlalu dekat dengan partai politik tertentu, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). 

Masih lekat dalam ingatan, dua bulan ke belakang, BRIN mendapat sorotan publik setelah adanya peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. 

Lembaga itu kini melebur ke tubuh BRIN. Efek peleburan itu berdampak pada nasib 113 tenaga honorer yang kontraknya diberhentikan per Januari 2022. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 71 di antaranya adalah peneliti muda. 

Kini, LBM Eijkman juga telah berganti nama menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman.

Bagi-bagi mesin kopi

Pada pertengahan Februari 2022, BRIN sekali lagi disorot oleh publik. 

Berawal dari pembagian mesin kopi yang viral di media sosial (medsos) Twitter di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Pembagian mesin kopi itu disorot warganet Twitter lantaran terkesan bantuan eksklusif, hanya kerja sama antara BRIN dan PDI-P. 

Hal ini karena momen seremoni penyerahan bantuan yang dilakukan oleh anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI-P Ridwan A Wittiri pada Kamis (10/2/2022). 

Adapun mesin yang dibagikan tak hanya mesin roaster kopi. 

Ada pula mesin mixer bakso, mesini grinder bakso, mesin pencetak bakso dan Ozonanomist. 

Pada foto seremoni itu juga terlihat bahwa saat penyerahan bantuan, terdapat spanduk dengan logo PDI-P dan BRIN.

Tanggapan politisi PDI-P

Menyikapi komentar para warganet, Ridwan mengatakan bahwa mesin-mesin itu sengaja dibagikan BRIN, bukan darinya atau PDI-P. 

"Itu benar, aspirasi untuk masyarakat di dapil (daerah pemilihan) saya dari BRIN," kata Ridwan saat dihubungi, Selasa (15/2/2022). 

Ridwan menegaskan bahwa bantuan-bantuan itu justru datang dari pemerintah yang disalurkan melalui BRIN. 

BRIN disebut yang membuat mesin-mesin itu sebagai hasil riset penelitian untuk teknologi tepat guna. 

Dari situ, kemudian BRIN membagikan hasil buatannya kepada seluruh anggota Komisi VII sebagai mitra di DPR. 

"Dari pemerintah lewat kami anggota Komisi VII DPR RI mitra kerja BRIN," jelasnya.

Klarifikasi BRIN

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengungkapkan, penyerahan bantuan mesin roaster kopi dan mesin lainnya itu memang termasuk program kerja lembaganya. 

Guna melancarkan program, BRIN dibantu oleh Komisi VII DPR sebagai mitra kerja.

"Oh iya betul. Itu program pembinaan usaha mikro berbasis teknologi yang ada di Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN," kata Laksana saat dihubungi, Selasa. 

Secara rinci, Laksana mengeklaim bahwa BRIN mendapat bantuan dari Komisi VII untuk menyerahkan bantuan dari teknologi tersebut. 

Dirinya pribadi merasa bersyukur karena anggota DPR khusus

"Kami mendapat bantuan dari setiap anggota Komisi VII sebagai mitra kami di DPR. Karena tidak mudah mencari mitra, apalagi di daerah-daerah," jelasnya.

Tampik isu bantuan eksklusif

Laksana juga menampik dugaan-dugaan atau persepsi sejumlah pihak yang menyebut program tersebut eksklusif kerja sama BRIN dan PDI-P. 

"Oh tidak, itu semua fraksi di Komisi VII (akan turut membagikan) sebagai mitra kami di DPR," tegasnya. 

Laksana mengatakan, program tersebut sama dengan program lainnya di BRIN yang terbuka untuk semua kalangan. 

BRIN disebut terbuka kepada siapa saja untuk membantu program pemerintah hingga sampai ke masyarakat. 

"Program ini tidak eksklusif untuk dapil. Sama seperti semua skema BRIN terbuka untuk seluruh kalangan. Setiap anggota Komisi VII juga mengusulkan ke kami seperti halnya berbagai pihak yang lain," terangnya. kompas

×
Berita Terbaru Update
close