Dwi Soetjipto: Heran Sikap China di Natuna, Ada 'Harta Karun' Yang Diincar? -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dwi Soetjipto: Heran Sikap China di Natuna, Ada 'Harta Karun' Yang Diincar?

Kamis, 03 Februari 2022 | Februari 03, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-02-03T06:57:26Z

Curiga Sikap China di Natuna, Ada 'Harta Karun' Yang Diincar?

WANHEARTNEWS.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Tugas Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merasa heran dengan sikap China kepada Indonesia di Kepulauan Natuna khususnya di Lautan Natuna. 

Yang dicurgai apakah ada 'harta karun' atau sumber daya alam khususnya minyak dan gas bumi (migas) yang sedang diincar oleh negeri tirai bambu itu.

Karena seperti diketahui, pada akhir tahun lalu pihak pemerintah China melarang Indonesia melakukan eksplorasi migas karena mengklaim masuk ke dalam 'Sembilan garis putus-putus'.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan bahwa memang pihaknya merasa heran atas sikap China tersebut. 

"Mereka pasti melihat sesuatu yang menarik di situ dari sisi sumber daya alam, selain masalah pertahanan," terang Dwi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Rabu (2/2/2022).

Saat ini salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) yakni Premier Oil Tuna B.V memang tengah melakukan kegiatan eksplorasi migas di wilayah kerja (WK) migas Tuna atau Blok Tuna. 

Atas adanya polemik dari China itu, SKK Migas tak menghiraukan dan meminta pihak Premier Oil Tuna untuk tetap melakukan eksplorasi.

"Untuk eksplorasi di Natuna jalan terus. Di situ cara kita menegakan bendera merah putih untuk tetap berkibar. Pesan dari pemerintah agar kita tidak ribut," tegas Dwi.

Dwi membeberkan bahwa di Laut Natuna itu, Premier Oil Tuna B.V sudah menemukan cadangan migas khususnya di Wilayah Kerja atau Blok Tuna. 

Wilayah Kerja Tuna ini berada di lepas pantai Natuna Timur, tepat di perbatasan Indonesia-Vietnam.

Dalam catatan SKK Migas, terdapat temuan cadangan melalui pengeboran dua sumur delineasi Singa Laut (SL)-2 dan Kuda Laut (KL)-2. 

Pada 2014 lalu Premier Oil melakukan pengeboran sumur eksplorasi dengan dua kaki yang menyasar pada potensi hidrokarbon di struktur SL-1 dan struktur KL-1. 

Kedua sumur ini menemukan potensi minyak dan gas dari Formasi Gabus, Arang, dan Lower Terumbu.

"Dan Premier Oil Tuna ini sedang bersiap-siap maju dengan Plant of Development (PoD). Dan diharapkan proyek bisa jalan," tandas Dwi Soetjipto.

Tentunya temuan-temuan itu bisa membantu pemerintah dalam mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

Sementara dalam catatan, selain itu poroduksi migas, salah satu 'harta karun' di perairan Natuna yang sangat besar yaitu cadangan hidrokarbon raksasa mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF) di Blok East Natuna.cnbc

×
Berita Terbaru Update
close