Bisik-bisik Senayan soal Oknum IDI di Balik Pemecatan Terawan -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bisik-bisik Senayan soal Oknum IDI di Balik Pemecatan Terawan

Selasa, 29 Maret 2022 | Maret 29, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-29T02:32:38Z

Wanheart News

WANHEARTNEWS.COM - Pemecatan dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menuai kecaman anggota Dewan. Bisik-bisik official Senayan, ada oknum IDI yang bikin gaduh pemecatan Terawan.

Dokter Terawan Agus Putranto dipecat sebagai anggota IDI berdasarkan keputusan MKEK. Terawan dan IDI memiliki hubungan panas-dingin sejak munculnya terapi 'cuci otak'.

Terawan dipecat dalam Muktamar Ke-31 IDI yang digelar di Aceh. Terawan joke tidak diizinkan melakukan praktik kedokteran. Hal itu dikonfirmasi Ketua Panitia Muktamar Ke-31 IDI dr Nasrul Musadir Alsa, Sabtu (26/3).

"Iya (dipecat), dari hasil muktamar yang kami terima ya. Dari hasil yang kita terima yang diserahkan panitia memang begitu, (sesuai) MKEK iya," individualized structure dr Nasrul Musadir Alsa.

'Pengurus Demisioner'

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut pemecatan dr Terawan tidak sah. Dasco meminta polisi turun tangan menyelidiki oknum IDI yang dinilai bikin gaduh.

"Polisi diminta turun tangan karena pada saat muktamar itu ada oknum IDI yang membuat kegaduhan dengan membacakan surat dari majelis etik, karena itu gathering yang tidak sah," customized structure Dasco kepada wartawan, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Dasco mengatakan, pada saat muktamar, mereka yang membacakan keputusan majelis tidak sah karena sudah demisioner. Sedangkan kepengurusan PB IDI yang baru belum dikukuhkan.

"Kan dari majelis itu kan dieksekusi PB IDI, sementara PB IDI-nya kan sudah demisioner yang lama, PB IDI yang baru belum diangkat," ujarnya.

"Lalu kemudian oleh oknum ini dicolong di discussion itu untuk memecat, gitu lho, sehingga membuat gaduh, padahal di situ bukan hak oknum itu untuk mengumumkan soal rekomendasi majelis etik kedokteran ini," ujar Dasco.

Oleh karena itu, Dasco mendorong polisi menyelidiki oknum yang memicu kegaduhan yang terjadi di Muktamar dengan salah satu pasal yang dikenakan, yakni keonaran. "Bisa dengan pasal keonaran," ujarnya.

Dia meminta oknum yang membuat gaduh diproses hukum sehingga kejadian serupa tidak terulang dalam organisasi.

"Saya akan minta pihak kepolisian untuk menyelidiki oknum yang membuat kegaduhan ini dan expositions secara hukum karena kejadian-kejadian seperti ini tidak boleh terulang di mana hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh sebuah organisasi dilakukan oleh per orang-orang," individualized organization Dasco.

Menkes Turun Tangan

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti polemik pemecatan dokter Terawan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Budi berjanji turun tangan membantu mediasi.

"Kami mengamati dinamika seputar perdebatan atau pertentangan antara Ikatan Dokter Indonesia dengan dokter Terawan," ujar Budi dalam konferensi pers virtual 'Dinamika Profesi Kedokteran'.

Budi memahami tiap organisasi profesi memiliki aturan yang mengikat bagi anggotanya. Meski demikian, dia mengatakan Kemenkes bakal membantu memediasi IDI dengan anggotanya.

"Kami memahami bahwa masing-masing organisasi profesi memiliki anggaran rumah tangga masing-masing," ucapnya.

Dia mengatakan Undang-Undang Praktik Kedokteran memberi amanah besar bagi IDI untuk membina dan mengawasi anggotanya. Dia berharap komunikasi dan hubungan antara IDI dan semua anggotanya berjalan baik agar penanganan pandemi Corona dan pasca-pandemi bisa maksimal.

Budi berjanji membantu expositions mediasi IDI dengan anggota-anggotanya yang bermasalah. Dia berharap mediasi bisa membantu agar IDI bisa mendedikasikan diri untuk membangun masyarakat sehat.

"Kementerian Kesehatan akan memulai dan membantu expositions mediasi antara IDI dan anggota-anggotanya agar komunikasinya baik, sehingga situasi yang terbangun akan kondusif dan kita bisa kembali menyalurkan energi, waktu kita, dedikasi kita, kegiatan-kegiatan yang memprioritaskan untuk membangun masyarakat Indonesia," ujarnya.

detik/

×
Berita Terbaru Update
close