Subhanallah... Bule asal Argentina Jualan Kebab dan Nasi Kebuli di Pinggir Jalan Sambil Mengaji, Ternyata Seorang Mualaf -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Subhanallah... Bule asal Argentina Jualan Kebab dan Nasi Kebuli di Pinggir Jalan Sambil Mengaji, Ternyata Seorang Mualaf

Selasa, 08 Maret 2022 | Maret 08, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-08T12:46:23Z
WANHEARTNEWS.COM - Seorang bule asal Argentina berjualan kebab dan nasi kebuli di pinggir Jalan Antasari, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Kemunculan pun menjadi perhatian warga dan viral di media sosial, padahal diketahui bahwa istri sang bule tersebut merupakan seorang Dokter.

Bule Argentina tersebut bernama Umar bin Abdullah (24). Dia merupakan seorang mualaf sejak 2013. Dan Umar kini tinggal di RT 24, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan bersama istri dan satu anaknya.

Dia mengaku mempunyai ide berjualan kebab pinggir jalan setelah melihat penjual kebab di Pangkalan Bun belum banyak dan harganya juga mahal. Untuk itu ia mencoba berjualan kebab dan nasi kebuli dengan harga murah. Dia mengaku tidak malu berjualan kebab di pinggir jalan menggunakan motor meski istrinya seorang dokter. Bahkan dia mengaku mertua dan istri mendukung atas usaha kulinernya ini.

Umar berjualan setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai sore hari dan mangkal di depan lapangan tugu Istana Kuning. Di sela-sela berjualan, Umar juga selalu meluangkan waktu untuk mengaji dan tak lupa menjalankan salat lima waktu.

Dia pun penceritakan pertama kali ke Indonesia pada 2017. Berawal untuk memperdalam agama Islam. Sebab di Argentina warga yang beragama Islam sangat sedikit. Makanya dia memilih Indonesia untuk memperdalam agama Islam karena penduduknya mayoritas muslim. 

“Saya seorang mualaf sejak 2013 saat masih di Argentina. Saya dulu seorang Katolik. Awal masuk Indonesia sekitar tahun 2017 untuk belajar agama Islam di Yogyakarta. Sebelumnya pernah ke Selandia Baru, Australia dan saya melihat Indonesia mayoritas beragama muslim. 2018 baru masuk Kalimantan,” kata Umar.

Selama di Pangkalan Bun Kalteng Umar banyak berkenalan dengan para ustaz dan ulama. Dari situ dia kenal dengan mertuanya.

“Pada 2018 bulan Febuari tiba di Pangkalan Bun, saya menikah Agustus 2018, istri saya asli Pangkalan Bun namanya Aulia (28), saya sudah diberi seorang anak permpuan bernama Maryam. Sampai sekarang saya masih warga negara Argentina. Tapi jika nanti semua syarat selesai saya pasti akan menjadi WNI,” tuturnya.

Umar mengaku sudah berjualan nasi kebuli dan kebab sejak Juli 2020 di pinggir jalan dengan motor.

“Awalnya dulu saya mangkal di depan masjid Sirajul Huhtadin dekat pasar. Baru satu bulan mangkal di sini (Jalan Antasari depan lapangan istana kuning),” ujar Umar.

(Sumber: Inews)
×
Berita Terbaru Update
close