Dokter Terawan Dipecat dari IDI, Pernah Cuci Otak Prabowo yang Menderita Vertigo -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dokter Terawan Dipecat dari IDI, Pernah Cuci Otak Prabowo yang Menderita Vertigo

Minggu, 27 Maret 2022 | Maret 27, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-27T12:38:06Z

WANHEARTNEWS.COM - Terawan Agus Suswanto atau lebih dikenal sebagai dokter Terawan, merupakan seorang dokter yang terkenal dengan kontroversinya.

Dokter Terawan yang pernah dipercaya memangku jabatan sebagai Menteri Kesehatan, kini resmi dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pemberhentian dokter Terawan merupakan rekomendasi dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pusat.

Diduga penyebab diberhentikannya dr. Terawan dari keanggotaan IDI disebabkan oleh pelanggaran kode etik sebagai dokter.

Lewat video unggahan Instagram akun @pandu.riono kabar pemecatan Dokter Terawan dipublikasikan. Pandu Riono merupakan seorang epidemiolog dari Universitas Indonesia.

Pemberhentian dr. Terawan merupakan Rekomendasi dari MKEK IDI. Hal tersebut resmi dibacakan dalam Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh, Jumat, 25 Maret 2022.

Di balik putusan tersebut Terawan dianggap telah melakukan pelanggaran berat (Serious Ethical Missconduct) dalam beberapa hal di antaranya terkait terapi cuci otak dan vaksin Nusantara.

Akibat terobosannya terkait metode cuci otak, Terawan pernah mendapat sanksi peringatan dari pihak MKEK IDI pada tahun 2018.

Diketahui dia diangkat menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden Jokowi pada 23 Oktober 2019 dan masuk dalam kabinet ketika dirinya dijatuhi sanksi oleh MKEK IDI.

Mengutip dari beberapa sumber Terawan dipermasalahkan terkait praktik komersial metode Intra-arterial heparin flushing (IAHF) alias cuci otak bagi penderita stroke. 

Namun bagi para ahli di bidangnya, metode cuci otak dokter Terawan itu belum teruji secara klinis.

Metode cuci otak ala dokter Terawan pun menuai pro dan kontra. Beberapa pejabat mengaku merasakan manfaat positif usai menjalani terapi cuci otak doker Terawan.

Salah satunya adalah Prabowo Subianto yang mengaku pernah menjalani terapi dengan metode cuci otak untuk menghilangkan penyakit vertigo yang dideritanya. Prabowo bahkan membela Terawan ketika IDI menjatuhkan sanksi pada 2018 lalu.

“Saya ingin IDI meninjau kembali keputusannya. Saya menjadi contoh, sudah tiga kali berobat, mau kali keempat berobat (ke dr Terawan). Dulu saya vertigo, setelah diperiksa dr Terawan dan disarankan dibersihkan, alhamdulillah, sekarang bisa 3 jam berpidato. Kalau dikasih kopi, bisa 5 jam pidato,” tutur Prabowo pada 2018 silam, dikutip dari Suara.com.

Terawan pada saat itu diberi peringatan sanksi pemecatan sementara dalam waktu 12 bulan.

Akibat hal tersebut sosok Terawan mulai menjadi soroton dengan beberapa kontroversinya mulai dari metode cuci otak danvVaksin Nusantara.

Mengutip dari Stanford Health Care, metode cuci otak atau Digital Subtraction Angiography (DSA) merupakan hal yang lumrah di dunia kedokteran.

Teknik DSA berfungsi untuk mendeteksi penyakit stroke yang mampu memberi gambaran pembuluh darah di otak.

Dengan memasukan kateter lewat arteri di kaki dan mengalirinya ke pembuluh darah pada bagian otak.

Kemudian dilanjut dengan menyuntikan cairan kontras yang mampu memberikan gambaran mengenai pembuluh darah dan organ di dalam tubuh.

Tidak hanya menyuntikan cairan kontras, Terawan lebih jauh memasukkan cairan heparin ke dalam pembuluh darah.

Cairan heparin yang dimasukkan berfungsi sebagai obat khusus untuk mengencerkan darah. 

Menurut penelitian Terawan, cairan heparin yang dimasukkan melalui saluran pembuluh di otak, dapat melancarkan aliran darah hingga 20% dalam waktu 73 hari.***

Sumber: hops

×
Berita Terbaru Update
close