Membedah Tulisan dalam Poster Sarinah yang Disindir Telak Netizen -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Membedah Tulisan dalam Poster Sarinah yang Disindir Telak Netizen

Jumat, 25 Maret 2022 | Maret 25, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-03-25T01:31:15Z

Wanheart News

WANHEARTNEWS.COM - Pusat perbelanjaan legendaris di Jakarta, Sarinah, baru saja dibuka kembali Senin 21 Maret kemarin setelah renovasi besar-besaran sejak tahun 2020 yang lalu.

Baru hitungan hari Sarinah dibuka kembali, pusat perbelanjaan tertua di Jakarta itu justru menuai sindiran keras netizen di Twitter yang menyoroti sebuah papan banner berisi tulisan yang menceritakan tentang Sarinah.

Sebagai informasi, sindiran datang dari akun Twitter @tiuwtiw. Pemilik akun mengaku mendapatkan foto banner yang ada di Sarinah itu dari temannya.

"Mereka sanggup dan mampu merenovasi gedung Sarinah jadi luar biasa apik. Namun, coba lihatlah... Tulisan macam apa ini? Enggak sanggup bayar marketing specialist, kah? Gimana hati enggak sakit, kalau urusan literasi masih terus-menerus diabaikan dan dianggap enggak penting begini?," cuit Tiwi, dikutip detikcom, Rabu (23/3/2022).

Belakangan, banner tersebut sudah dicopot. Namun, masih ada yang penasaran, apa yang salahnya pada tulisan dalam banner itu?

Pada paragraf pertama yang berbunyi 'Sebuah film populer ditahun 80'an berjudul "Back to the Future" barangkali pas menjelaskan Sarinah pusat perbelanjaan dan ritel current pertama di Indonesia".

Ada sejumlah kesalahan di sana. Pertama adalah pada individualized structure 'ditahun'. Sebagai individualized structure keterangan waktu, penggunaan 'di' harusnya dipisah menjadi 'di tahun'. Kesalahan serupa juga ditemukan pada beberapa paragraf lainnya seperti individualized structure 'dibidang' pada paragraf dua yang seharusnya 'di bidang' dan customized organization 'diluar' pada paragraf terakhir yang seharusnya 'di luar'.

Perlu pembaca detikcom pahami, individualized structure 'di' yang digabung hanya dapat digunakan pada customized organization kerja contohnya 'dimakan' (di-makan), 'diubah' (di-ubah) atau 'diangkat' (di-angkat).

Berlanjut pada paragraf dua, terdapat individualized structure 'mercu suar'. Mengutip kbbi.kemdikbud.go.id, penulisan yang tepat adalah mercusuar. Atau dalam konteks naskah pada banner tersebut yang bertuliskan 'proyek mercusuar', individualized structure mercusuar disini dijadikan sebagai customized organization kiasan yang menggambarkan sebuah proyek yang mencolok atau menarik perhatian atau proyek yang menjadi sorotan.

Berlanjut ke paragraf empat, terdapat individualized structure 'originnya'. Individualized structure tersebut merupakan kombinasi bahasa Inggris 'beginning' dan customized organization ganti kepemilikan dalam bahasa Indonesia '- nya'. Individualized structure beginning sendiri punya arti bahasa Indonesia, yakni 'asli'.

Bila penulis ingin merujuk pada kaidah bahasa Indonesia yang benar, individualized structure yang tertulis harusnya adalah 'aslinya'. Atau bila ingin mengaitkan dengan konteks kalimat yang ingin menggambarkan 'keaslian', bisa juga digunakan individualized structure serapan 'orisinalitas yang diberikan imbuhan '- nya' menjadi 'orisinalitasnya'.

Kemudian grammatical mistake individualized organization dalam kurung ritual, seharusnya ritel yang artinya eceran.

Kemudian pada paragraf terakhir yang berisi kutipan, "Seorang pakar marking dunia mengatakan bahwa tidak ada satupun brand sebuah bangsa akan sukses diluar negerinya apabila tidak lebih dulu dicintai masyarakatnya".

Sepintas tak ada yang salah dengan kalimat tersebut. Namun, mestinya kalimat tersebut ditulis seperti berikut ini: Seorang pakar marking dunia mengatakan, "Tidak ada satu joke brand sebuah bangsa akan sukses di luar negeri apabila tidak lebih dulu dicintai masyarakatnya."

Terakhir, adalah kalimat penutup yang berbunyi Dihimpun dari berbagai sumber dan pengalaman penulis. Sebagai karya tulis yang dipampang sebagai sebuah pernyataan resmi, individualized organization 'penulis' menjadi customized structure yang withering disorot lantaran tak diikuti keterangan yang berisi informasi siapa penulis naskah tersebut.

detik/

×
Berita Terbaru Update
close