Akun Ini Bongkar Alasan Tesla Tak Akan Investasi di Indonesia meski Sudah Cicipi Kopiko: Luhut Bohong! -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akun Ini Bongkar Alasan Tesla Tak Akan Investasi di Indonesia meski Sudah Cicipi Kopiko: Luhut Bohong!

Rabu, 27 April 2022 | April 27, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-27T15:35:17Z

WANHEARTNEWS.COM - Kehadiran Luhut dengan rombongan untuk bertemu dengan CEO Tesla, Elon Musk, sepertinya karena rasa penasaran atas gagalnya mereka berinvestasi di Indonesia untuk membuat pabrik.

Pertemuan Luhut dan Elon Musk sebagai pemilik Tesla memang ramai diperbincangkan, tak cuma di Indonesia, beberapa kantor pemberitaan luar negeri turut mengangkat momen tersebut.

Bagi Luhut, bertemu orang penting untuk urusan investasi seperti Elon Musk memang bukan kali pertama. Banyak tokoh-tokoh negara lain dan perusahaan luar yang sudah disambanginya agar mau berbisnis dengan Indonesia.

Namun pertemuan Luhut dan Elon Musk kali ini mendapatkan sorotan dari salah satu akun Twitter yang menganggap Tesla tidak akan bisa membuka kerja sama dengan Indonesia karena karena satu hal.

Meskipun hanya satu hal, namun akun tersebut yakin jika itu merupakan sesuatu yang sulit bagi Pemerintah Indonesia saat ini. Dalam sebuah thread di Twitter yang ramai dikomentari dan dicuitkan ulang itu, pemilik akun menjelaskan satu hal tersebut.

Di awal, pemilik akun menuliskan tentang adanya perusahaan besar di balik nama Tesla yang berpengaruh di pasar global.

"Tesla itu sebagian sahamnya dikuasai oleh Black Rock dan semua investasi BR harus ESG Complience. Selama tambang nikel Indonesia dilakukan dgn cara2 yg merusak alam jangan mimpi Elon masuk Indonesia. Cukup investor China yg menambang lalu meninggalkan kerusakan alam begitu saja," tulis dalam akun Twitter partaisocmed, dikutip Hops.ID, Rabu, 27 April 2022.

Selanjutnya dia memaparkan apa dan siapa itu Black Rock dalam threadnya. Mulai dari pemiliki hingga sepak terjang.

"BR adalah perusahaan asset management terbesar di dunia yg dipimpin oleh Larry Fink. Nilai asetnya hanya kalah dari GDP US dan China saja. Tangan2 BR ada hampir semua dan bank besar dunia," lanjutnya.

Baca Juga: Jawaban menohok kakak mendiang Laura Anna saat disebut makin tenar karena adiknya meninggal dunia

Dia juga mendetailkan total aset Black Rock yang mencapai Rp.143,000 triliun, sedangkan APBN Indonesia hanya Rp.2,174 triliun.

Lalu akun memaparkan pola kerja Black Rock kepada semua tempat dimana mereka melakukan investasi, termasuk gagalnya Tesla saat dua tahun lalu ingin investasi di Indonesia yang dianggap ditutupi dengan kalimat lain oleh pemerintah.

Larry Fink, CEO Black Rock, sosok dibalik nama besar Tesla dan Elon Musk (Twitter @PartaiSocmed)
"Banyak yang tidak tahu gagalnya investasi Tesla di Indonesia murni karena isu ESG ini. Sebab Larry Fink sudah menulis surat pada semua CEO perusahaan dimana mereka berinvestasi (termasuk Elon) agar menerapkan ESG Compliance atau berisiko BR mundur dari perusahaannya," tulis akun tersebut.

Lalu apa itu ESG yang seakan menjadi syarat utama Black Rock menaruh investasi kepada sebuah perusahaan.

Dari beberapa penelusuran, termasuk di akun Twitter ini, ESG adala pola bisnis berkeseimbangan dan berkesinambungan antar faktor didalamnya. Faktor itu ialah Environment (lingkungan), Social (masyarakat) dan Government (pemerintahan transparan).

Dua tahun lalu, Elon Musk meminta konsep ESG jika Tesla membuka pabrik baterai lithium kepada Pemerintah di Indonesia, namun Luhut anggap itu sebagai sebuah pendiktean.

"Luhut bohong. Saat itu Tesla mensyaratkan ESG compliance yg mana akan sangat menguntungkan Indonesia jika diterapkan, tapi dipelintir seolah mendikte kita. Memang sih jika diterapkan ESG, akan banyak yg rugi karena harus transparan sehingga tidak ada lagi deal2 dibawah meja," ungkapnya.

Sumber: hops 
×
Berita Terbaru Update
close