Bantah Gedung Diduduki Mahasiswa, Ketua DPRD Lampura: Saya Izinkan Mereka Masuk untuk Hindari Bentrok -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bantah Gedung Diduduki Mahasiswa, Ketua DPRD Lampura: Saya Izinkan Mereka Masuk untuk Hindari Bentrok

Jumat, 15 April 2022 | April 15, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-15T04:14:22Z

WANHEARTNEWS.COM - Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Utara Bergerak, yang sempat masuk dan menduduki ruang rapat paripurna di gedung DPRD setempat berlangsung damai.

Massa aksi masuk dengan damai, walaupun sempat sedikit terjadi ketegangan antara massa aksi dengan aparat keamanan Polres Lampura di depan pintu masuk gedung rakyat tersebut.

Tujuan mereka masuk ruang sidang paripurna, hanya ingin memastikan bahwa benar atau tidak seluruh anggota DPRD Lampura melaksanakan tugas di luar daerah.

Setelah melalui negoisasi antara koordinator lapangan, aparat keamanan dan Sekretariat DPRD yang diwakili Kasubag Humas dan Protokol, Rahadian Aksa, yang sempat menemui jalan buntu, pihak aparat dan sekretariat meminta hanya perwakilan saja yang masuk gedung, sementara para demontran meminta agar seluruh peserta aksi diizinkan masuk.

Melalui sambungan telpon, Ketua DPRD Lampura, Romli yang dilapori situasi dan kondisi di gedung DPRD lantas mengambil sikap.

Pertama memastikan aksi berjalan dalam situasi aman dan kondusif. Kemudian meminta korlap untuk menjamin massa aksi tidak anarkis atau merusak peralatan yang ada.

“Saya langsung perintahkan pada Kasubag Humas, boleh mereka masuk karena gedung itu memang milik rakyat, namun harus tertib dan menjaga seluruh fasilitas disana tidak dirusak. Adik-adik mahasiswa menyanggupinya," ujar Romli dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (14/4).

"Terbukti hanya dalam waktu 20 menit mereka berada di sana dengan tertib dan sangat kondusif, untuk kemudian membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing,” terang Romli,

Menurut Romli, langkahnya itu diambil, untuk menghindari terjadinya bentrokan antara aparat keamanan dan massa aksi. Karena bagaimanapun aparat tentu akan bertahan tidak mengizinkan massa aksi untuk masuk.

Aparat dari Polres Lampura sudah bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), baik dalam melindungi gedung pemerintah maupun massa aksi.

“Tetapi saya tidak ingin, aksi damai itu ricuh apalagi sampai terjadi bentrokan. Karenanya saya izinkan massa aksi masuk. Saya juga yakin adik-adik mahasiswa dapat menjaga sikap dan itu terbukti. Karenanya saya apresiasi aparat keamanan dan adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

Lebih lanjut Romli menuturkan, bahwa ia tidak setuju dengan istilah massa aksi menduduki gedung DPRD. Karena jelas tidak ada pendudukan massa aksi di sana. Melainkan hanya masuk kemudian menyampaikan aspirasinya.

Aspirasi tersebut disampaikan secara damai dan kondusif dan tidak ada satupun fasilitas kantor yang dirusak.

"Sekali lagi saya sampaikan apresiasi kepada aparat keamanan dan adik-adik mahasiswa yang telah menjaga aksi yang digelar berlangsung dengan damai dan tertib,” pungkasnya. 

Sumber: RMOL
×
Berita Terbaru Update
close