HEBOH! Gunung Semeru Muntahkan Asap Seperti Naga, Ini Penjelasan Ahli -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HEBOH! Gunung Semeru Muntahkan Asap Seperti Naga, Ini Penjelasan Ahli

Selasa, 05 April 2022 | April 05, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-05T16:29:38Z

WANHEARTNEWS.COM - 
Gunung Semeru menjadi perbincangan setelah viral di media sosial (medsos) usai memuntahkan awan panas bak makhluk mitologi naga.

Dalam unggahan akun @cakbasmanofficial, Selasa (5/4/2022), disebutkan Semeru kembali memuntahkan awan panas yang berbentuk seperti Nagaraja.

"Nagaraja Menampakkan Lagi Di Langit Semeru Sore Ini ... Ya Allah Ini Benar Benar Jelas Sekali," tulisnya dalam keterangan unggahannya.

Mantan Kepala Bagian Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rudy Suhendar mengatakan asap yang keluar dari gunung berapi yang masih aktif adalah hal yang biasa.

"Menurut saya asap keluar dari gunung api yang sedang aktif adalah hal yang biasa. Warna asap putih menunjukan ada unsur panas dan gas yang berkontaminasi dengann air, sedangkan kalau warna pekat atau kehitaman itu menunjukan membawa material abu," ujar dia saat dihubungi.

Dia menyebut bahwa bentuk asap yang dikeluarkan gunung berapi biasanya banyak diinterpretasikan oleh masyarakat.

"Mengenai bentuk-bentuk asap itu mah tergantung interpretasi orang saja," ucap dia.

Seperti diketahui bahwa Nagaraja dalam bahasa sansekerta merupakan sosok yang biasa muncul dalam agama-agama India dan Pewayangan Jawa.

Nagaraja memiliki berbagai bentuk di tempat asalnya, India Nagaraja biasanya berbentuk Ular Kobra raksasa dengan beberapa kepala atau digambarkan dengan sosok dewa berbadan ular.
Sedangkan di Nusantara, khususnya Jawa dan Bali, Nagaraja digambarkan dengan ular naga yang penuh dengan mahkota, memiliki rambut dan daun telinga, memakai perhiasan dan dengan atau tanpa sayap.

Gunung Semeru diketahui meletus pada 4 Desember 2021 lalu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 48 orang meninggal dunia, 27 lainnya luka-luka, dan 10.571 warga mengungsi akibat letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Sumber: okezone
×
Berita Terbaru Update
close