Heran Mengapa Tuhan Rela jadi Manusia dan Disalib, Tokoh Partai Kristen Ini Putuskan jadi Mualaf -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Heran Mengapa Tuhan Rela jadi Manusia dan Disalib, Tokoh Partai Kristen Ini Putuskan jadi Mualaf

Rabu, 20 April 2022 | April 20, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-20T13:23:48Z

WANHEARTNEWS.COM - Seorang tokoh Partai Kristen Indonesia, yaitu Mowo Purwito Raharjo putuskan anut islam dan jadi mualaf.

Sebelum putuskan jadi mualaf dan anut islam, Mowo Purwito Raharjo merupakan seorang penganut agama kristen yang aktif menjadi wakil sekretaris Partai Kristen Indonesia hingga aktif dalam LSM, The Nation Care.

Mowo Purwito Raharjo memiliki latar belakang pendidikan sarjana teologi, seorang penganut kristen dan kini menjadi seorang mualaf.

Kisah perjalanan spiritual hingga putuskan menjadi mualaf diawali dengan pengalaman yang mengharuskan dia menggantikan seorang dosen pengajar islamologi yang meninggal dunia.

“Karena tidak ada dosen pengganti, pihak seminari memutuskan saya untuk menggantikannya. Mau tidak mau saya harus belajar keislaman lebih mendalam,” ungkapnya, dikutip Hops.ID melalui kanal YouTube Hidayatullah TV pada Rabu, 20 April 2022.

Namun pada saat itu, niatnya mempelajari islam hanya untuk sebatas keperluan mengajar dan bukan untuk mencari kebenaran apapun.

Ia pun lantas banyak membeli buku-buku yang mengenai ajaran islam, untuk mendalaminya lebih spesifik.

Dengan banyaknya informasi yang diketahui, lalu Mowo meringkasnya menjadi beberapa bahasan pokok di antaranya mengenai konsep ketuhanan dan kemanusiaan.

“Saya mulai mendalami perbandingan konsep tersebut dalam agama islam dan kristen, akhirnya saya menemukan perbandingan yang sangat mencolok bahkan bertentangan,” sambungnya.

Mengenai konsep ketuhanan, Tuhan adalah transenden yang berarti berada jauh di luar alam semesta.

Secara singkatnya Tuhan jauh berada di alam semesta namun tetap hadir di dalamnya, karena terlalu jauh ia berinisiatif menjadi manusia sebagai sosok Yesus Kristus guna bisa melakukan interaksi dengan manusia, menurut Mowo.

Muncul pertanyaan dalam benaknya, mengapa Tuhan yang berkuasa mau menjadi manusia hingga rela menebus dosa manusia dengan di salib.

Konsep itu lantas ia bandingkan dengan islam dalam 20 sifat Allah SWT. Di ajaran islam ada salah satu sifat yaitu mukhalafatu lil hawadis yang berarti secara mustahil Allah serupa dengan mahluknya.

Menurutnya, karena Allah begitu suci dan berkuasa, maka tidak akan mengubah diri menjadi seorang manusia.

Selain itu, Mowo juga mendapatkan kejanggalan dari konsep kemanusiaan di agama kristen, yang mana di ajaran itu bahwa ketika dilahirkan manusia sudah memiliki dosa.

Dosa tersebut diwariskan oleh Adam yang tidak akan pernah putus, sedangkan yang bisa memutusnya hanya dengan iman kepada Yesus yang telah menebus dosa-dosa itu.

Kejanggalan itu dirasakan Mowo, sebab dihantui pertanyaan mengapa seorang bapak harus mewariskan dosa pada anaknya. Sedangkan dalam islam, bayi yang baru lahir adalah suci dan tidak berdosa, yang dirasanya lebih masuk akal.

Beragam kejanggalan tersebut yang mendorong Mowo pada akhirnya memutuskan menjadi seorang mualaf dan memeluk islam belasan tahun lalu.***

Sumber: hops

×
Berita Terbaru Update
close