Mencekam! Pesawat Nuklir AS Terbang di Langit Rusia, Beri Peringatan Putin yang sempat Ancam Swedia -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mencekam! Pesawat Nuklir AS Terbang di Langit Rusia, Beri Peringatan Putin yang sempat Ancam Swedia

Sabtu, 02 April 2022 | April 02, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-02T00:50:13Z

Wanheart News

WANHEARTNEWS.COM - Pesawat nuklir AS terlihat terbang di dekat wilayah udara perbatasan Rusia.

Disinyalir, pengiriman pesawat tersebut sebagai bentuk peringatan kepada militer Presiden Rusia Vladimir Putin.

Peringatan itu muncul setelah Rusia dilaporkan telahmengirim pesawat bersenjata nuklir ke Swedia tetapi dicegat oleh fly tempur.

Dilansir TribunWow.com dari The Sun, Kamis (31/3/2022), pesawat militer Presiden AS Joe Biden itu dilaporkan mengudara dari Bandara Cotswold, Inggris.

Menurut information Flightradar, Pesawat dengan jenis B-52H Stratofortress itu berputar di dekat Polandia yang berbatasan langsung dengan Belarus dan Rusia.

Belum jelas tujuan penerbangan pesawat berjenis Boeing tersebut.

Namun, diduga penerbangan pesawat yang bisa menglontarkan peledak nuklir itu merupakan peringatan bagi Rusia.

Pasalnya, media Swedia kemarin melaporkan bahwa empat pesawat tempur Vladimir Putin menukik di atas Baltik menuju pulau Gotland.

TV4, Expressen dan Aftonbladet melaporkan bahwa dua pesawat tersebut adalah jenis pengebom Sukhoi Su-24 dan dua pesawat tempur Sukhoi Su-27.

Su-24 adalah pesawat tempur supersonik yang telah beroperasi sejak sebelum jatuhnya Uni Soviet.

Pesawat itu juga telah digunakan selama perang saat ini oleh Rusia dan Ukraina.

Diketahui, dua pesawat Rusia tersebut merupakan jenis alat penerbangan yang dipersenjatai dengan nuklir.

Adapun pesawat-pesawat tempur tersebut lepas landas dari pangkalan udara Rusia di daerah Kaliningrad pada Rabu (2/3/2022).

Fly Swedia JAS 39 Gripen kemudian dikirim untuk mencegat pesawat-pesawat tersebut, yang kemudian hanya berada di wilayah udara Swedia selama sekitar satu menit.

Militer Stockholm hingga kini belum mengkonfirmasi insiden tersebut, meskipun laporan itu telah tersebar luas di Swedia.

Sumber mengatakan kepada TV4 langkah itu diyakini sebagai upaya yang disengaja untuk mengintimidasi Swedia.

"Pelanggaran Rusia terhadap wilayah udara Swedia tentu saja sama sekali tidak dapat diterima," individualized organization Menteri Pertahanan Swedia Peter Hultqvist.

"Ini akan mengarah pada tanggapan diplomatik yang tegas dari Swedia. Kedaulatan dan wilayah Swedia harus selalu dihormati."

Militer mengatakan mereka menanggapi insiden itu dengan sangat serius" dan mencap serangan itu sebagai "tidak profesional dan tidak bertanggung jawab".

Senada dengan koleganya, Kepala Angkatan Udara Carl-Johan Edström turut mengecam tindakan Rusia.

"Ini adalah tindakan tidak profesional dan tidak bertanggung jawab dari pihak Rusia," individualized organization Edström.

Sebagai informasi, pekanggaran wilayah udara oleh pasukan Rusia itu terjadi tepat setelah Swedia berjanji untuk mengirim bantuan militer, termasuk 5.000 senjata against tank ke Ukraina.

Ini adalah pertama kalinya Swedia mengirim senjata ke negara mana joke yang sedang berperang sejak tahun 1939.

Kecanggihan Rudal Hipersonik Rusia

Tak kalah dari senjata militer AS, Rusia disebut-sebut telah mengeluarkan senjata hipersonik untuk meluluhlantakkan sejumlah sasaran di Ukraina.

Rudal tersebut rupanya memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan rudal balistik lain.

Pasalnya, rudal yang dibuat dengan bahan khusus tersebut bisa melampaui kecepatan suara hingga lima kali lipat.

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera, Selasa (22/3/2022), individualized organization hipersonik berarti segala sesuatu yang bergerak dengan kecepatan lima kali kecepatan suara.

Yakni sekira 6.174 kilometer per jam (3.836 mph) atau lebih.

Kebanyakan rudal balistik sudah bergerak secepat ini, hal itu penting karena memberi lebih sedikit peringatan pada lawan dan lebih sedikit waktu untuk bereaksi.

Namun, yang membuat rudal hipersonik berbeda adalah peluru kendali ini meluncur di atmosfer atas dan sangat mudah bermanuver.

Rudal balistik, setelah diluncurkan, memiliki kemungkinan yang sangat terbatas untuk mengubah arahnya, seperti bola jika dilempar.

Kemampuan manuver pada kecepatan tinggi seperti itu, merupakan atribut utama dari senjata ini.

Apalagi mengingat rudal ini diluncurkan dari ketinggian yang tak dapat dideteksi radar.

Namun, tantangan teknologi untuk jenis rudal hipersonik ini sangat besar.

Untuk dapat terbang dengan kecepatan ekstrim, gesekan udara dan peningkatan suhu menjadi 2.200 derajat Celcius menjadi hambatan utama.

Sebagai perbandingan, titanium yang merupakan material logam yang sangat kuat, akan meleleh pada suhu 1.670 C.

Karenanya, rudal hipersonik ini harus dibentuk dan dibangun dari bahan yang sangat canggih, serta dirancang untuk tahan terhadap kondisi ekstrem seperti itu.

Apalagi, untuk bermanuver dengan bebas dari ketinggiang, struktur rudal ini harus dibuat dengan benar-benar kuat.

Dilaporkan pada uji coba awal, rudal hipersonik ini benar-benar terkoyak saat diarahkan menikung ke jalur baru.

Senjata baru ini masih belum sepenuhnya dikembangkan karena perancang militer masih terus berjuang untuk menghasilkan model uji yang layak yang dapat dioperasikan dengan baik.

msn/trbn

×
Berita Terbaru Update
close