VIRAL... Surat Tenaga Ahli Utama KSP Ngemis Sumbangan Rp800 Juta ke Wali Kota Cirebon -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

VIRAL... Surat Tenaga Ahli Utama KSP Ngemis Sumbangan Rp800 Juta ke Wali Kota Cirebon

Selasa, 05 April 2022 | April 05, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-04-05T14:05:32Z
WANHEARTNEWS.COM - CIREBON - Viral sebuah surat yang diduga mencatut nama Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) meminta sumbangan ke Wali Kota Cirebon. 

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengaku menerima surat yang diduga mencatut nama Ali Mochtar Ngabalin. Surat itu berkop Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, tertanggal 24 Maret 2022.

Surat yang membubuhkan nama Ali Ngabalin tersebut berisi permintaan sumbangan untuk santunan anak yatim dalam rangka bulan Ramadhan. Tertera tanda tangan dengan nama Ali Ngabalin dan stempel "KSP".

"Kami dari Kantor Staf Presiden akanm engadakan kegiatan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum duafa yang akan dibagikan pertama kali oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo," sebut surat itu.

Tidak tanggung-tanggung, panitia dalam surat itu meminta Wali Kota Azis sumbangan sebesar Rp 800 juta. Alasan permohonan sumbangan itu cukup mencengangkan.

"Namun dalam penghitungan, kami mengalami kekurangan anggaran. Untuk itu kami dari Kantor Staf Presiden ingin mengajak Bapak untuk ambil bagian," demikian bunyi surat itu.

“Saya baru baca suratnya dua hari lalu,” ungkap Azis usai menghadiri tarawih silaturahim di Masjid Al-Kautsar komplek Balaikota Cirebon, Senin (4/4/2022) malam.

Nashrudin Azis tak perlu berpikir panjang. Ia dapat memastikan bahwa surat permintaan sumbangan itu palsu. Ulah oknum yang hendak menipu dengan mencatut Ali Ngabalin.

“Saya yakin ini bukan perbuatannya Pak Ali Ngabalin. Jadi tidak perlu saya konfirmasi,” katanya.

Sementara, setelah membaca surat tersebut, Nashrudin Azis tidak menghiraukannya. Sebab, ia sudah bisa memastikan, surat itu upaya penipuan.

Sementara itu, Ali Ngabalin sendiri di Jakarta telah mengklarifikasi bahwa surat yang mencatut namanya itu adalah palsu. Ia mengaku tak pernah menerbitkan surat tersebut. 



×
Berita Terbaru Update
close