Atlet Yahudi Terkenal Masuk Islam karena Merasa Damai di Masjid -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Atlet Yahudi Terkenal Masuk Islam karena Merasa Damai di Masjid

Minggu, 08 Mei 2022 | Mei 08, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-05-08T11:47:23Z

WANHEARTNEWS.COM - Jordan Richter tumbuh dalam keluarga broken home. Ia menganut agama Yahudi sejak kecil. Terlepas dari rintangan yang dihadapinya, ia menjadi pemain skateboard profesional sejak usia 16 tahun dan semakin terkenal setelahnya.

Awal mula Jordan mendapat cahaya Islam saat ia tak sengaja bertemu dengan Syekh Usman, salah satu Syekh terkenal di Amerika Serikat.

Suatu hari Syekh Usman menuju masjid di San Diego, Amerika Serikat. Syekh Usman bertemu dengan Jordan yang sedang berada dalam masjid. Saat itu Jordan memakai celana jeans dan kaos pendek. Awalnya Syekh Usman berpikir Jordan adalah muallaf baru.

Kala itu, Syekh Usman tak langsung pulang dan bermalam di masjid. Jordan juga ikut bermalam bersama Syekh Usman. Keesokan harinya, Syekh Usman mengajak Jordan untuk mengobrol. Saat asyik berbicara, Syekh Usman menanyakan bagaimana prosesnya masuk Islam.

“Jadi, bagaimana kamu bisa menjadi seorang muslim?” kata Syekh Usman sebagaimana dilansir YouTube Muslim Convert Stories pada 6 Mei 2022.

“Saya bukan muslim,” ujar Jordan.

“What? Kamu bukan muslim? Tapi kamu ada di masjid, sholat hingga bermalam di masjid.” Syekh Usman terkejut.

Baca Juga: Hingga H+4 lebaran 2022, sekira 60 persen pengendara belum kembali

“Saya melihat orang Islam memakai jubah putih, dan saat kalian berjalan seperti malaikat. Jadi saya mengikuti kalian. Saya tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, tapi saya merasakan kedamaian.

Setelah pembicaraan yang dalam dan damai dengan Syekh Usman, tak lama kemudian Jordan memeluk agama Islam.

Sayangnya setelah ia masuk Islam dan diberitahu oleh ulama agama lainnya bahwa mendapatkan penghasilan dari skateboard tidak diperbolehkan. Ia berhenti menjadi atlet untuk keyakinan barunya. Jordan berhenti dari kariernya sebagai pemain skateboard profesional.

Lima belas tahun kemudian dia mengetahui bahwa dia salah informasi dan Islam tidak melarang untuk menjadi atlet skateboard.

“Ketika Anda lebih muda, Anda tidak memiliki kepedulian di dunia, Anda tidak memiliki banyak rintangan yang menahan Anda dan jika Anda bisa, Anda hanya bermain skateboard sepanjang hari dan bersenang-senang. Ketika saya menjadi seorang muslim, pandangan hidup saya berubah dan prioritas saya menjadi sedikit berbeda. Saya masih bersenang-senang bermain skateboard dan saya masih menikmatinya, saya suka bermain skateboard, tetapi saya pikir ada elemen yang berbeda sekarang,” kata Jordan.***

Sumber: hops
×
Berita Terbaru Update
close