Kisah Tragis Jenderal Pranoto Reksosamodra Yang Dituduh Gembong PKI Oleh Soeharto -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kisah Tragis Jenderal Pranoto Reksosamodra Yang Dituduh Gembong PKI Oleh Soeharto

Senin, 09 Mei 2022 | Mei 09, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-05-09T13:22:12Z

Kisah Tragis Jenderal Pranoto Reksosamodra Yang Dituduh Gembong PKI Oleh Soeharto

WANHEARTNEWS.COM - Presiden Soekarno menunjuk Mayor Jenderal Pranoto Reksosamodra sebagai pelaksana harian Angkatan Darat, pengganti sementara jenderal Yani yang diculik dan akhirnya tewas oleh Pasukan Tjakrabirawa pimpinan Letkol Untung.

Jenderal Ahmad Yani termasuk dalam salah satu korban G30S PKI yang tewas pada 30 September 1965. 

Ahmad Yani tewas di rumahnya saat terjadi penggerebekan oleh Pasukan Tjakrabirawa.

Pranoto Reksosamodra adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi Pangdam VII/Diponegoro menggantikan Kolonel Soeharto. 

Pada Masa Menteri/Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Ahmad Yani ia menjadi Asisten III bidang Personalia.

Dilansir Wikipedia, Senin (9/5/2022) Pranoto merupakan anak kesembilan dari sepuluh bersaudara pasangan R. Soempeno Reksosamodra dan R. Ngt. Wasiah Soempeno Reksosamodra. 

Setelah menamatkan sekolah dasar HIS Muhammadiyah pada tahun 1937, ia kemudian melanjutkan sekolah menengah di MULO Muhammadiyah, Yogyakarta dan selesai pada tahun 1940.

Pranoto masuk Pendidikan Militer Renseital (PETA) di Magelang dan Kanbu Kyoikutai (PETA) Bogor pada 1943 . PETA lalu menjadi cikal bakal TNI.

Selanjutnya pemuda Pranoto bergabung meniti karier militer mulai dari komandan peleton, komandan kompi, komandan batalion sampai komandan resimen infanteri dengan berbagai pengalaman perang gerilya di wilayah Jawa Tengah.

Diawali dengan menempuh pendidikan di Sekolah Staf Komandan Angkatan Darat (SSKAD) 1957, ia kemudian menjadi Kepala Staf Tentara dan Teritorium (T&T) IV Kodam Diponegoro. 

Kemudian Pranoto berturut-turut menjadi Panglima Kodam III 17 Agustus Sumatra Barat (1958), Panglima Kodam IV Diponegoro (1959-1961), sampai pada akhirnya menjadi Asisten III Menteri Panglima Angkatan Darat bidang Personalia (1962-1965).

Nasib malang pelan-pelan mulai melingkungi kehidupannya. 

Selanjutnya, oleh sebab yang Pranoto sendiri pun tak ketahui, atas perintah Menteri Panglima Angkatan Darat Soeharto, dengan surat perintah penangkapan/penahanan No.37/2/1966, tertanggal 16 Februari 1966, ia ditahan di Blok P, Kebayoran Baru, Jakarta dengan tuduhan terlibat dalam G30S PKI.

Sejak hari itu, tanpa pemeriksaan apalagi pengadilan, Jenderal Pranoto Reksosamodra mengalami penahanan selama 15 tahun, sampai dibebaskan pada 16 Februari 1981. 

Selama itu pula, perlahan segala hak yang melekat sebagai anggota TNI Angkatan Darat tak lagi diterimanya, bahkan hilang sepenuhnya sejak tahun 1975. 

Ini semua berlangsung tanpa surat pemberitahuan resmi sama sekali.oke

×
Berita Terbaru Update
close