Remaja Ateis Depresi jadi Korban Bullying, Temukan Kedamaian setelah Mantap Peluk Islam -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Remaja Ateis Depresi jadi Korban Bullying, Temukan Kedamaian setelah Mantap Peluk Islam

Senin, 23 Mei 2022 | Mei 23, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-05-23T11:51:51Z

WANHEARTNEWS.COM - Ini adalah kisah seorang anak laki-laki ateis berusia 14 tahun yang memeluk Islam melalui Alquran. Ia bernama C.S. Mathos yang lahir tahun 1992, di Pennsylvania, AS.

Saat masih kanak-kanak, ia berpikir bahwa tidak mungkin ada Tuhan. Ia tidak peduli tentang agama saat itu. Mathos terobsesi dengan dinosaurus, dan ingin belajar lebih banyak tentang mereka.

Mathos adalah anak yang jujur, berbicara lembut, dan tidak banyak bicara. Bahkan ketika serangan teroris 9/11 datang, ia tidak banyak bicara, dan tidak bereaksi. Ia juga tak takut sama sekali. Ia pikir kata "muslim" adalah istilah untuk sebuah kelompok etnis, dan ia hanya khawatir tentang Perang Irak ketika orang-orang yang tidak bersalah diperkosa dalam penjara.

Ketika berusia 13 tahun, ia menjadi korban bullying dan menerima hinaan karena dianggap kolot serta menutup diri. Mathos pun menjadi tertekan. Untuk mengalihkannya, Mathos remaja mulai memperhatikan politik, mulai membaca buku-buku tentang Hitler dan Perang Dunia II.

Adapun ia sangat tertarik pada isu Perang Dunia II, Nazisme, dan, komunisme hingga masuk sebuah komunitas. Mathos menyibukkan diri dan bergabung dengan sebuah kelompok.

Karena tertarik pada komunis, teman-teman kelasnya semakin mem-bully-nya.

Bahkan ia pernah menangis di meja makan kantin sekolah karena begitu banyak cemoohan oleh teman-teman sekelasnya. Sejak saat itu, ia putuskan untuk tak jadi ateis atau komunis lagi.

Ia merasa butuh pada agama. Awalnya ia mencoba masuk Kristen, tetapi akhirnya ia meninggalkannya. Baginya agama Kristen terlalu banyak kontradiksi, sektarianisme, dan kemunafikan.

Mathos melihat sekelilingnya. Tetangganya banyak yang menganut Kristen hingga Mitologi Yunani. Ia telah mencoba semuanya, tetapi agama-agama tersebut gagal masuk ke hatinya. Ia pun memutuskan untuk mencari tahu tentang Islam.

Awalnya ia berpikir Islam adalah agama perang. Ia mengira umat muslim akan jadi objek pembunuhan. Namun, ia terus mencari kebenaran Islam. Ia bergumam dalam hatinya:

“Hal terakhir yang harus Anda tuju adalah Islam. Ambil saja Alquran dan bacalah. Mungkin itu yang Anda cari, kata Mathos pada dirinya sendiri sebagaimana dilansir dari arabnews pada 23 Mei 2022.

Mathos mencoba mencari tahu tentang Alquran dari sebuah situs web, dan membeli Alquran terjemahan melalui pos. Ia mulai membacanya, dan yakin bahwa Alquran bukan seperti yang digambarkan di TV.

Saat membaca ayat bahwa hanya ada satu Tuhan, dan tidak ada yang lain untuk disembah selain Dia, ia ingin bergabung dengan komunitas agama Islam.

Setelah itu, ia mencari di Internet tentang cara sholat, dan menemukan situs web Islami, dan Mathos melihat “Cara Masuk Islam dan Menjadi Muslim” di menu.

Remaja tersebut akhirnya mendaftar dan masuk Islam. Segala rasa sakit di hatinya akibat bullying langsung hilang dan Mathos merasa benar-benar bahagia. Ia akhirnya rajin salat 5 kali dalam sehari.

Mathos berdoa agar Allah Swt. menjauhkannya dari kekafiran, dan membantunya menjadi muslim terbaik yang ia bisa.***

Sumber: hops
×
Berita Terbaru Update
close