Aswaja Tulen Seperti UAS Kok Dituduh Penyebar Pemahaman Khilafah, Provokatif dan Intoleran?! -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aswaja Tulen Seperti UAS Kok Dituduh Penyebar Pemahaman Khilafah, Provokatif dan Intoleran?!

Jumat, 17 Juni 2022 | Juni 17, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-06-17T13:37:40Z
Aswaja Tulen Seperti UAS Kok Dituduh Penyebar Pemahaman Khilafah, Provokatif dan Intoleran?!

Coba baca perjalanan hidup UAS berikut.

Ustadz Abdul Somad diberi sebutan "Syaikh" oleh Mawlana al-Habib Luthfi ibn Yahya pada tahun 2019. 

1993 UAS mengkhatamkan al-Qur'an pada Syaikh Azra'i Abdurrauf ulama besar Sumatera Utara yang pernah empat kali menjadi juri Musabaqah Tilawatil Qur'an di Makkah al-Mukarramah. 

Tahun 1993 UAS melanjutkan pendidikannya di Pondok Psantren Darul Arafah Deli Serdang Sumatera Utara. 

Tahun 1995 UAS pindah ke Riau. Belajar di Madrasah Nurul Falah, Air Molek Indragiri Hulu Riau. 

Tahun 1996 UAS melanjutkan S1 di Fakultas Tarbiyah, jurusan Bahasa Arab. Institut Agama Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. 

Tahun 1998 UAS lulus memperoleh beasiswa, satu dari seratus anak Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari Universitas al-Azhar Mesir. 

Tahun 2002 UAS menyelesaikan S1 di al-Azhar Mesir dalam masa tiga tahun sepuluh bulan dengan nilai Jayyid (baik). 

Tahun 2003 UAS Melanjutkan pendidikan program magister pada Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Tahun 2004 UAS memperoleh beasiswa dari Agence Marocaine Cooperation Internationale. Belajar di Dar al-Hadith al-Hassania, sebuah institut khusus hadits yang didirikan Raja Hasan II Raja Maroko. 

Tahun 2006 UAS menyelesaikan S2 di Maroko dalam waktu satu tahun sepuluh bulan dengan judul Thesis tiga ratus lima halaman berjudul:

رجال الموطأ والصحيحين الذين ضعفهم النسائي في كتاب الضعفاء والمتروكين: جمعا ودراسة

"Riset terhadap para periwayat hadits dalam kitab al-Muwattha', Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim yang didha'ifkan Imam an-Nasa'i dalam kitab ad-Dhu'afa wa al-Matrukin." 

Tahun 2007 UAS menetap di Jakarta, menerjemah lebih dari tiga puluh kitab yang diterbitkan Pustaka al-Kautsar, Pustaka Progressif dan penerbit lainnya. 

Tahun 2008 UAS lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil, dosen mata kuliah Hadits di Jurusan Hadits, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. 

Tahun 2009-2014 UAS diangkat sebagai Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM - NU), Riau. 

Tahun 2009-2014 UAS diangkat sebagai Tim Sosialisasi Zakat pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau. 

Tahun 2009-2014 UAS diangkat sebagai anggota komisi riset Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. 

Tahun 2009-2014 UAS pemateri kajian hadits di Masjid Akramunnas Universitas Riau, Pekanbaru Riau.

Pemateri tetap kajian Hadits di Islamic Centre Rokan Hulu, Islamic Centre Kampar dan lain-lain.

UAS menyampaikan tausiyah rutin di Korem 031 Wirabima Pekanbaru sejak Danrem Nurendi dan Danrem Abdul Karim. Di Polda Riau sejak masa Kapolda Condro Kirono, Kapolda Nandang dan Kapolda Zulkarnain. 

Tahun 2010 - 2016 UAS diangkat sebagai Juri Musabaqah Tilawatil Qur'an Provinsi Riau. 

Tahun 2012 - 2018 UAS rutin menulis di kolom agama di koran Riau Pos. 

Tahun 2014 - 2019 UAS diangkat sebagai anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia kota Pekanbaru dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau. 

Tahun 2014 - 2015 UAS memberikan kajian khusus Hadits di Masjid al-Falah, Jalan Sumatera, Riau. 

Tahun 2015 - 2016 UAS memberikan kajian khusus Hadits di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Riau. 

2016 UAS masuk ke suku terasing yang belum tersentuh Da'wah. Diantaranya suku Talang Mamak, Suku Sakai, Suku Akit, Suku Laut, dll. Anak-anak pedalaman beliau masukkan ke pesantren. Dicarikan beasiswa. Sebagian sudah pulang ke kampung halaman. Sebagian masih menyelesaikan S1. UAS bekerjasama dengan Yayasan Tabung Wakaf Umat, Dompet Dhuafa, Baznas, Dewan Da'wah Islamiyah, dll. 

Tahun 2018 UAS diberi gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. 

Tahun 2018 UAS diberi Gelar Kayi Jaga Mangku Dilaga dari Kesultanan Matan Kalimantan. 

Tahun 2018 UAS dinobatkan Republika sebagai Tokoh Perubahan. 

Tahun 2018 UAS dinobatkan sebagai Da'i Nusantara oleh Menteri Besar (Gubernur) Kelantan, Malaysia. 

Tahun 2018 UAS diundang Jendral Mulyono untuk menyampaikan tausiyah kebangsaan di Markas Besar (Mabes) TNI di Jakarta. 

Tahun 2018 UAS diundang menyampaikan tausiyah kebangsaan di DPR MPR RI di Jakarta. 

Tahun 2019 sampai sekarang UAS diangkat sebagai anggota komisi fatwa Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Riau dan komisi fatwa al-Washliyah Pusat. 

Tahun 2019 UAS menyelesaikan S3 di Oum Durman Islamic University di Sudan dengan predikat Cum Laude, dengan judul disertasi:

الشيخ محمد هاشم اشعري وجهوده في نشر السنة باندونيسيا

"Kontribusi Hadlratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari Dalam Penyebaran Sunnah di Indonesia." 

Tahun 2019 UAS diangkat sebagai Duta Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Republik Indonesia. 

Tahun 2019 UAS dinobatkan sebagai Da'i Rahmatal Lil'alamin oleh Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia.

(Alnofiandri Dinar)

×
Berita Terbaru Update
close