Wartawan Diintimidasi Pria Rambut Cepak di Rumah Ferdy Sambo, Kadiv Humas: Buat Laporan Saja -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wartawan Diintimidasi Pria Rambut Cepak di Rumah Ferdy Sambo, Kadiv Humas: Buat Laporan Saja

Jumat, 15 Juli 2022 | Juli 15, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-07-15T08:57:56Z

WANHEARTNEWS.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) angkat bicara mengenai intimidasi yang dialami 2 wartawan saat meliput kasus baku tembak polisi Brigadir J-Bharada E di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. 

Polri menyatakan bakal mengusut dugaan intimidasi yang dialami dua jurnalis saat meliput kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J di sekitar rumah Ferdy Sambo. “Nanti akan diusut,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta. 

Menurut Dedi, pihaknya bakal menindaklanjuti dengan menanyakan kepada Kapolres Jakarta Selatan AKBP Budhi Herdi Susianto terkait informasi tersebut. 


“Coba saya tanyakan ke Kapolres Jakarta Selatan,” ujarnya. Dedi pun meminta agar wartawan tidak menduga-duga terkait tiga orang tidak dikenal yang diduga mengintimidasi dua jurnalis saat meliput di area Komplek Polri Duren Tiga adalah anggota Polri. 

Ia juga meminta agar wartawan yang mengalami intimidasi tersebut dapat membuat laporan ke kepolisian terdekat agar peristiwa bisa menjadi terang benderang, dan siapa ketiga orang tidak dikenal tersebut. “Ojo mengandai-mengandai kalau belum jelas. 

Biar buat laporan aja ke Jaksel biar jelas sekalian,” katanya. Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa intimidasi dialami wartawan CNNIndonesia dan 20Detik terjadi saat keduanya tengah mewawancarai petugas kebersihan di sekitar Kompleks Polri Duren Tiga. 

Saat proses wawancara pengambilan gambar terjadi, tiba-tiba muncul tiga orang berbaju hitam, berbadan tegap dan berambut cepak berperawakan seperti “anggota” dari arah belakang mengendarai sepeda motor dan menghentikan wawancara. 

Ketiga pria yang tanpa mengenakan identitas itu lalu merampas ponsel kedua jurnalis tersebut. Mereka lalu memeriksa ponsel dan menghapus sejumlah foto, video, dan hasil wawancara. Mereka juga memeriksa seisi tas kedua jurnalis tersebut. 

Adapun dokumen yang dihapus tersebut merupakan hasil peliputan kasus baku tembak antaranggota polisi yang bertugas di sekitar area rumah Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Lokasi tersebut mendapat pengawasan ketat oleh aparat kepolisian. Bahkan Polisi sempat melarang wartawan untuk mengambil gambar di satu sisi rumah jenderal bintang dua tersebut.

Sumber: tvOne
×
Berita Terbaru Update
close