Fakta Baru Penikaman Purnawirawan TNI di Lembang, Saksi dan Pelaku Bohong, Tak Ada Perkelahian -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Fakta Baru Penikaman Purnawirawan TNI di Lembang, Saksi dan Pelaku Bohong, Tak Ada Perkelahian

Selasa, 23 Agustus 2022 | Agustus 23, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-23T07:50:02Z

WANHEARTNEWS.COM - Kasus penikaman Letkol Inf (Purn) TNI Muhammad Mubin di Jl Raya Lembang, Desa Adiwarta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa (16/8/2022) kini memasuki babak baru.

Rupanya, kasus penikaman oleh pria bernama Aseng itu bukanlah penusukan biasa, dan diduga merupakan kasus pembunuhan berencana.

Tak hanya itu, saksi dan pelaku ternyata berbohong soal beberapa hal terkait kejadian sebelum penikaman terhadap Letkol Inf (Purn) TNI Muhammad Mubin.

Kuasa hukum keluarga korban, Muchtar Effendi menegaskan kasus ini tak boleh dianggap kasus biasa, dan meminta polisi dan kejaksaan serius menanganinya.

“Karena apapun ceritanya kasus ini tidak boleh dianggap sebagai kasus yang biasa-biasa saja," ujar Muchtar Effendi, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (21/8/2022).

“Bagaimana caranya pihak kepolisian dalam hal ini kepolisian di daerah Jawa Barat betul-betul serius menangani kasus ini dan bisa mendengar dan menampung kehendak keinginan kami sebagai tim pengacara keluarga."

Saksi dan Pelaku Bohong

Kombes Ibrahim Tompo selaku Kabid Humas Polda Jabar mengatakan hingga saat ini total terdapat 12 orang yang telah diperiksa.

“Dari hasil pemeriksaan terdapat penambahan sejumlah saksi yang tadinya 3 orang menjadi 12 orang,” ujarnya.

Selain itu polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap CCTV.

Dan dari pemeriksaan tersebut muncul fakta baru yaitu tidak ada perkelahian di antara pelaku dan korban sebelum insiden penusukan.

“Dari pemeriksaan pendalaman tersebut didapatkan beberapa fakta-fakta baru seperti dari keterangan awal yang diberikan oleh para tersangka dan para saksi terdapat kebohongan, di antaranya ada penyampaian bahwa sebelum kejadian tersangka diludahi oleh korban ternyata itu tidak ada,” ujar Kombes Ibrahim Tompo.

“Kemudian tersangka menyampaikan bahwa sebelum penusukan terjadi penyerangan terhadap tersangka kemudian terdapat perkelahian ternyata setelah dilakukan pendalaman tidak terjadi,” imbuhnya.

Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin Tewas Ditusuk

Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin meninggal dunia seusai ditusuk seorang pria di Jl Raya Lembang, Desa Adiwarta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (16/8/2022) pagi.

Muhammad Mubin diketahui ditusuk berkali-kali oleh seorang pria, seusai terlibat cekcok.

Purnawirawan TNI tersebut mengalami beberapa luka tusuk di tubuhnya di bagian leher, dua bagian dada, dan di bagian perut.

Hingga akhirnya, Muhammad Mubin meninggal dunia lantaran kehabisan darah.

Kini menurut laporan, pelaku penusukan telah diamankan pihak kepolisian.

Muhammad Mubin, meninggal dunia di bangku kemudi mobil pikap saat hendak menuju rumah sakit.

Saksi Mata, Restu (24), mengatakan Mubin masih berusaha untuk meminta pertolongan medis dengan mencoba mengendarai mobil pikapnya menuju rumah sakit terdekat.

“Saat itu korban juga sempat menanyakan puskesmas ke warga sambil mengendarai mobilnya, tak lama dari itu meninggal dunia di dalam mobil," kata Restu.

Mobil pikap yang dikendarai Mubin sempat juga menabrak kendaraan lain.


Kata Polisi

Dikutip dari TribunJabar.com, Kapolsek Lembang, AKP Hadi Mulyana, mengatakan kasus penusukan bermula saat mobil pikap yang dikemudikan oleh Muhammad Mubin diparkir di gerbang rumah toko yang ada di sekitar lokasi kejadian.

"Kemudian ada seorang terduga pelaku yang menegur korban sehingga terjadi perselisihan dan cekcok dengan terduga pelaku, lalu terjadilah penganiayaan," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Lembang, Selasa (16/8/2022).

Akibat kejadian pada pukul 08.10 tersebut, kata Hadi, korban memang mengalami sejumlah luka akibat tusukan senjata tajam di sekujur tubuhnya hingga akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Korban mengalami luka bagian leher, dada, dan perut hingga meninggal dunia, total ada lima luka tusuk," kata Hadi.

Terkait adanya kejadian tersebut, langsung memeriksa lokasi kejadian dan sejumlah saksi.

"Kami masih melakukan penyeledikan, untuk sementara korban meninggal dunia karena luka tusuk," ucapnya.

Sosok Korban

AKP Hadi Mulyana mengatakan, sebelumnya tidak ada yang tahu siapa identitas jelas korban, tapi di kartu identitas tercatat sebagai Purnawirawan TNI.

Bahkan rekan korban, Restu tak menyangka, Muhammad Mubin adalah purnawirawan TNI.

Restu hanya mengetahui korban merupakan seorang perantau dari Jawa Tengah.

Restu mengatakan, Mubin kerap disapa dengan panggilan Babeh.

Semasa hidup korban cenderung tertutup dan jarang mengobrol. 

Menurut Restu juga, Muhammad Mubin dikenal sosok yang sederhana dan tak memiliki musuh.

Dilansir Kompas.com, Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin juga dikenal tidak memiliki tempat tinggal.

Sehari-hari dia hanya tidur di sebuah mobil pikap operasional toko mebel tempat korban bekerja.

Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin diketahui selama ini bekerja sebagai sopir pikap di sebuah toko mebel.

"Dia kerja baru 2 bulan. Selama kerja itu dia tidurnya di mobil, enggak ngontrak atau tinggal di toko," papar Restu.

Disoroti DPR RI

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan pihaknya akan mengawal kasus penganiayaan dan pembunuhan Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin.

Lewat unggahan di instagramnya, pihaknya mengatakan soal sosok purnawirawan TNI tersebut.

Dikatakannya, Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin pensiun dini dari TNI, dan juga pensiuan PT Pertamina.

Letkol Inf (Purn) Muhammad Mubin lulusan Akmil '82, bahkan jabatan terakhirnya sebagai Dandim Tarakan.

"Berita duka dari Letjen Purn Yayat SUDRAJAT :

Letkol Inf Purn H Muhammad Mubin ( Akmil ‘82, terakhir Dandim Tarakan, pensiun dini, kerja di Pertamina dan sdh pensiun di Pertamina) telah dibunuh oleh Aseng Pemilik toko di Lembang tgl 16 Agst sekitar jam 08.15.

Kronologis kejadian : Ltk M Mubin yg bekerja skrg sbg sopir di perusahaan Meubel pagi itu mengantar anak Bos nya sekolah TK, kemudian parkir sebentar didepan toko Aseng tsb, krn akan menyebrangkan anak bos nya ke TK yg terletak di seberang jalan.

Aseng marah2 krn parkir didepan tokonya dan menusuk Ltk M Mubin yg berada di dalam mobil, kemudian Ltk M Mubin menjalankan mobil utk minta pertolongan, krn darah banyak yg keluar akhirnya dia meninggal dunia.

Ada upaya2 Polsek setempat unt merekayasa kejadian dg meminta damai kpd kel.Alm. dg alasan bhw Pelaku adlh orang kuat dan kenal dekat dg Polda jabar ,Laporan yg dibuat sangat menyudutkan Alm.(laporan sepihak dari saksi2 karyawan Aseng).

Salah satu saksi yg kebetulan yg menyelamatkan anak Bos dari Ltk M Mubin membantah kesaksian2 karyawan Aseng tsb."

Sumber: tribunnews
×
Berita Terbaru Update
close