MISTERIUS! Kolonel TNI Penemu Kokain Rp1,25 Triliun Dicopot Dari Jabatannya dan Meninggal Mendadak

MISTERIUS! Kolonel TNI Penemu Kokain Rp1,25 Triliun Dicopot Dari Jabatannya dan Meninggal Mendadak



APAKAH KEMATIANNYA WAJAR?


- 8 Mei gagalkan penyelundupan kokain senilai Rp 1,2 T

- 25 Mei jabatan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten diserahkan

- 27 Agustus Kolonel Budi Iryanto Wafat


TNI AL Gagalkan Penyelundupan 179 kg Kokain Senilai Rp1.25 Triliun



TNI AL berhasil mengamankan kokain dalam jumlah besar. Itu mereka lakukan di tengah-tengah patroli pengamanan arus mudik dan arus balik tahun ini. Persisnya pada Minggu siang (8/5). 


Satuan Tugas Pengamanan Jalur Laut yang dibentuk oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengamankan 179 kilogram kokain di Perairan Banten.


Adalah Kapal Angkatan Laut (KAL) Sangiang yang mengamankan kokain tersebut. Mulanya mereka menemukan empat kantong mengapung di Selat Sunda. 


Posisinya tidak jauh dari Pelabuhan Merak. Lantaran dianggap benda mencurigakan, personel TNI AL di KAL Sangiang mengamankan empat kantong itu. Mereka membawanya ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten. 


”Kemudian setelah berkoordinasi dengan BNN Provinsi Banten, dugaan awal dari barang tersebut ternyata benar adalah narkotika jenis kokain,” terang Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono di Jakarta kemarin (9/5).


Berdasar hitung-hitungan BNN, Heri menyampaikan bahwa nilai total kokain tersebut dalam rupiah mencapai Rp 1,25 triliun. Angka tersebut jelas sangat besar. 


Tidak heran, BNN Pusat di Jakarta turut memberi atensi atas temuan tersebut. Setelah dibawa ke Lanal Banten, seluruh kokain diserahkan kepada BNN Provinsi Banten. Kemudian diteruskan ke BNN Pusat. 


Untuk memastikan asal kokain itu, BNN perlu memeriksa sampelnya di laboratorium yang mereka miliki.


Saat ditemukan oleh KAL Sangiang, tidak ada seorangpun yang tampak di sekitar lokasi temuan. Sehingga BNN dan TNI AL masih perlu mencari tahu pemilik kokain tersebut. 


Menurut Heri, ada tiga modus operandi yang diduga dilakukan untuk menyelundupkan barang terlarang itu.


Nasib Kolonel Budi 17 Hari Usai Penemuan Plastik Isi Rp1.25 Triliun



Selasa siang 24 Mei 2022, Kolonel Laut Budi Iryanto datang ke Markas Militer Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III di Gunung Sahari, Ancol, Jakarta.


Beliau datang dan langsung menuju ke Lobi Markas Lantamal III. 


Lalu ada acara apa di tempat itu?


Ternyata berdasarkan siaran resmi Lantamal III dilansir Rabu 25 Mei 2022, Kolonel Budi datang untuk menghadiri penyerahan jabatan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten yang selama dijabatnya kepada Komandan Lantamal III, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Umar Farouq.


Menurut Danlantamal III, penyerahan jabatan yang telah diemban Kolonel Budi sejak Oktober 2020 itu merupakan bagian penting dari kaderisasi untuk mendinamiskan organisasi agar lebih baik dari waktu ke waktu.


Walau begitu, Danlantamal III berterima kasih kepada Kolonel Budi karena dinilai telah bertugas dengan baik sebagai Dananal Banten.


Lantamal III tidak menyebutkan bagaimana nasib karier militer Kolonel Budi selanjutnya, dan siapakah yang akan menjabat Danlanal Banten selanjutnya.


17 Hari Usai Penemuan 179 Kilogram (Rp1.25 T) Kokain


Yang menarik dari acara di Markas Lantamal III itu adalah, Kolonel Budi menyerahkan jabatan tepat 17 hari setelah pasukannya berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar di Selat Sunda tahun ini.


[https://www.viva.co.id/militer/militer-indonesia/1478309-nasib-kolonel-budi-17-hari-usai-penemuan-plastik-isi-rp1-triliun]


Innalillahi, Kolonel TNI Budi Iryanto Meninggal Dunia



Innalillahi wa inna ilaihi raji'un... Innalillahi wa inna ilaihi raji'un... Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...


Dunia militer tanah air berduka cita, perwira terbaik TNI Angkatan Laut, Kolonel Budi Iryanto telah meninggal dunia.


Almarhum wafat dalam perawatan karena sakit di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) Ramelan, Surabaya, Jawa Timur, 20 Agustus 2022.


Kolonel Budi Iryanto merupakan mantan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten.


Berdasarkan catatan, semasa hidupnya Kolonel Budi dikenal sebagai sosok yang baik dan berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas.


Penemuan 179 Kilogram Kokain (Rp1.25 T)


Nama almarhum belum lama ini menjadi sorotan setelah keberhasilan Lanal Banten menggagalkan penyelundupan narkoba kelas dunia dengan jumlah terbesar di tahun 2022 ini.


Jadi pada Minggu 8 Mei 2022,  prajurit TNI AL anak buah almarhum dari Lanal Banten, Koarmada I menemukan plastik di perairan Selat Sunda tak jauh dari Pelabuhan Merak.


Plastik itu ditemukan secara tak sengaja oleh prajurit TNI dari Kapal Patroli TNI AL, Patkamla Sanghiang. 


Ada empat plastik ditemukan saat itu, kondisinya saling berdekatan. Di lokasi juga ditemukan sebuah pelampung.


Lalu di setiap kantong plastik dipasang pemberat sehingga plastik itu tampak agak melayang di dalam air. Plastik itu juga dikemas dengan sangat rapi sehingga kedap air.


Dan ternyata isinya kokain sebanyak 179 kilogram, menurut BNN Banten, nilainya mencapai Rp1,25 Triliun. 


[https://www.viva.co.id/militer/militer-indonesia/1511695-innalillahi-kolonel-tni-budi-iryanto-meninggal-dunia]



[Democrazy]

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Daily News

quiz

sobar

bebegig

$results={3}
close