Buntut Harga BBM Naik, Tuntutan Jokowi Mundur Menggema di Mana-mana

Buntut Harga BBM Naik, Tuntutan Jokowi Mundur Menggema di Mana-mana



WANHEARTNEWS.COM - JAKARTA-Tuntutan Presiden Jokowi meletakkan jabatannya (lengser) terdengar dalam berbagai aksi demonstrasi kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh mahasiswa, pelajar, buruh dan elemen masyarakat lainnya di sejumlah kota di Indonesia. Mereka meneriakkan,”BBM naik, Jokowi Turun.”

Desakan agar Presiden Jokowi mundur disampaikan sejumlah mahasiswa berjaket almamater warna biru dalam aksi demo BBM naik di Jakarta. Dalam tayangan TikTok, mereka meminta Jokowi turun. “Turun, turun, turun Jokowi, Turun, turun, turun Jokowi Sekarang Juga. Turun, Turun Turun Jokowi Sekarang Juga.”

Dalam aksinya, Senin (5/9), Rahmad, orator dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meneriakkan, "Turunkan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Menurutnya, kenaikan harga BBM tidak masuk akal, apalagi proyek-proyek nasional saat ini masih terus jalan tanpa pengurangan anggaran.

"Kami meminta agar proyek nasional tidak dilanjutkan dan dialihkan subsidinya untuk turunkan harga BBM," ucap Darma.

Sementara itu massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) saat
demo di sekitar Patung Kuda di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022), menuntut Presiden Jokowi menurunkan harga BBM dan penegakan supremasi hukum.

Dalam aksinya, salah orator menuding Presiden Jokowi terkesan berbohong terkait alasan pemerintah menaikkan harga BBM, yakni pembengkakan APBN.

"Jokowi itu bohong, katanya Rp 500 triliun dana untuk mensubsidi BBM sangat membebani, namun dalam APBN gak ada di Nomenklatur. Subsidi yang tercatat hanya sekitar Rp 200 triliun, Rp 300 triliun itu untuk bayar utang ke PLN dan Pertamina," kata orator dari atas mobil komando di Patung Kuda, Senin (12/9).

Selain itu, mereka juga meminta Presiden Jokowi untuk turun dari jabatannya lantaran dianggap sudah tidak mampu memimpin bangsa ini. "Turun, turun turun Jokowi, turun Jokowi sekarang juga," ucap massa.

Desakan agar Jokowi lengser juga disampaikan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandar Lampung saat demo di depan Gedung DPRD Kota Bandar Lampung. Mereka menolak kenaikan harga BBM.

"Sampai saat ini tidak ada alasan yang mendasar bagi pemerintah untuk meningkatkan harga BBM. Ini hanya untuk kepentingan oligarki," kata salah satu orator, Rabu (7/9).

Menurutnya, rezim Joko Widodo (Jokowi) harus segera dilepas. "Bisa dipastikan tidak ada satupun keluhan masyarakat soal kenaikan harga BBM disampaikan wali kota ke Jokowi. Hal ini menunjukkan sama-sama oligarki," ujarnya.

Di Bandung Mahasiswa dan emak-emak demo tolak kenaikan harga BBM, Jum’at (9/9). Uniknya ibu-ibu yang tergabung dalam Komite Peduli Indonesia. Membawa spanduk dengan tema menarik dan satire “Harga-harga Sudah Naik, Kapan Turunkan Jokowi?!.

Ketika ditanyakan kepada salah satu peserta aksi, ibu Ida Farida tentang makna dari spanduk tersebut. “Presiden Jokowi yang bertanggung jawab atas meroketnya semua harga-harga, dia tidak peduli dan tega membuat ibu-ibu menderita. Karena sekarang hidupnya bersama anak cucu sudah berlimpah harta”. ujar Ida

“Kami emak-emak yang paling susah menderita, ulah Jokowi” timpal bu Endang. Disertai teriakan ibu-ibu, Turun !, Turun! Jokowi Turun!.

Ketika ditanya, jadi kapan turunkan Jokowi nya. Sesuai bunyi spanduk mereka. “Segera, segera dan segera”. Jawab mereka serentak.

Media Sosial

Protes keras masyarakat berseliweran di berbagai media sosial, para netizen j menolak kenaikan harga BBM. Seperti dilansir populis.id, salah satu netizen pengguna twitter dengan nama akun @pengarang_sajak memberi sentilan menohok terkait kenaikan BBM yang kemungkinan besar bakal disusul dengan aksi unjuk rasa besar-besaran.

“BBM naik..Jokowi turun.. Padahal benernya mo ngomong minta turunin duit buat demo dr Kakek Donasi,” kata netizen itu seraya menambahkan emoticon tertawa terbahak-bahak.

“BBM NAIK YA ! Ya Alloh Ya Tuhan kami berikanlah kemampuan dan kekuatan pada segenap penduduk negeri INDONESIA ini. Bl kebijakan ini sdh MUTLAK Bila nanti ada KORUPTOR dr pengalihan subsidi BBM ini cabut aja nyawanya gapake lama.MISKINKAN!! setuju?,” timpal akun akun @RheinaHerlina.

“BBM Naik ? mari kita turun ke jalan bersama @PDI_Perjuangan !” kata akun @BosTemlen seraya membagikan foto aksi unjuk rasa PDIP di era SBY.

Depan Istana

Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) bersama sejumlah elemen mahasiswa menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, Selasa (13/9).

Berdasarkan siaran pers yang dirilis, massa Gebrak akan menyuarakan lima tuntutan terkait kenaikan BBM dan sejumlah isu lainnya. Mereka menolak kenaikan harga BBM dan menuntut harga kebutuhan pokok diturunkan. Juga mendesak agar Omnibus Law Cipta Kerja dan PP turunannya dicabut.

Patung Kuda

Massa dari berbagai elemen masyarakat kembali berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda atau Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Selasa (13/9/2022) sore tadi. Unjuk rasa buntut kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo yang menaikkan harga BBM.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Bayu Satria Utomo sebelumnya, mengungkapkan total ada 3.000 mahasiswa yang ikut serta dalam aksi sore tadi.

Dia mengatakan massa mahasiswa dari beberapa kampus seperti UI, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Trisakti, Universotas Moestopo dan 20 kampus lainnya merapat ke Bundaran Patung Kuda Arjuna. "Tidak hanya mahasiswa tapi ada elemen pelajar juga," kata Bayu di lokasi.

Bayu menyebut ada 5 tuntutan yang hendak diaampaikan mahasiswa kepada pemerintah yakni menolak kenaikan harga BBM, meminta pemerintah memakai dana APBN untuk mengatasi dampak krisis global.

Ketiga, meminta pemerintah menyelesaikan masalah struktural terkait kenaikan harga BBM. Kemudian, mendesak pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta meminta pemerintah menyalurkan bantuan kepada warga miskin.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax pada Sabtu (3/9) pukul 13.30 WIB.

Harga Pertalite yang semula Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar naik dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Baca Juga: Sri Mulyani: Presiden Istruksikan Daerah Gunakan APBD Untuk Minimalisir Dampak Kenaikan Harga BBM

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM mendapat respons negatif dari publik. Demonstrasi pun bermunculan di sejumlah kota di Indonesia guna menentang keputusan tersebut. I hanter
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Daily News

quiz

sobar

bebegig

$results={3}
close