Hacker Bjorka Klaim Ungkap Sosok Ini Dalang Pembunuhan Munir

Hacker Bjorka Klaim Ungkap Sosok Ini Dalang Pembunuhan Munir


WANHEARTNEWS.COM - Setelah mengklaim membobol dokumen rahasia Presiden Jokowi dan BIN, hacker Bjorka kembali beraksi.

Kali ini Bjorka ingin mengungkap dalang dibalik pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalid.

Hal ini bermula banyak netizen yang menantang Bjorka untuk mengungkap kasus pembunuhan Munir dan atau Supersemar.

Nama Bjorka dan Munir pun jadi trending di Twitter pagi ini, Minggu (11/9/2022).

Dalam data yang diunggah melalui situs Telegraph, Bjorka membuat tulisan berjudul ‘Who Killed Munir?’ (Siapa yang membunuh Munir?).

Bjorka memuat identitas dan biodata dari Muchdi Purwopranjono seperti nomor telefon, alamat email, alamat rumah, NIK, KK, hingga Agama.

Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi PR, sendiri divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2008). Hakim tidak mengabulkan tuntutan jaksa yang meminta mantan Deputi V Badan Intelijen Negara itu divonis 15 tahun penjara atas kasus tersebut.

Majelis hakim yang dipimpin Suharto menyatakan terdakwa tak terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir. Hakim menilai Muchdi tak memiliki motif untuk membunuh Munir. Bahkan, percakapan telepon antara Pollycarpus Budihari Priyanto dan Muchdi yang telah terungkap di persidangan tidak bisa menjadi bukti.

Kasus Munir sudah 18 tahun berlalu. Hingga kini pelaku utama dibalik kematian Munir belum terungkap.

Seperti diketahui, aktivis HAM Munir meninggal di pesawat Garuda dengan nomor GA-974 ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan kuliah pascasarjana pada 7 September 2004.

Institut Forensik Belanda (NFI) menyatakan Munir meninggal akibat racun arsenik. Pembunuhan Munir diduga dilakukan dengan cara meracuni makanan di pesawat.

Terkait klaim kebocoran dokumen Presiden dan BIN, telah dibantah oleh pihak Istana.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono membantah ada surat dan dokumen Presiden Jokowi yang bocor di internet.

“Nanti pihak Sekretariat Negara akan menyampaikan. Tidak ada isi surat-surat yang bocor,” kata Heru dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (10/9/2022).

Heru mengatakan bahwa informasi yang menyebutkan surat berlabel rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN), dan surat lainnya untuk Presiden Jokowi bocor di forum peretas (hacker) adalah informasi bohong. Beredarnya informasi bohong itu, kata Heru, merupakan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Senada dengan Heru, Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menegaskan dokumen digital Kepresidenan masih aman.

BIN membantah kabar peretasan dokumen rahasia Presiden Joko Widodo oleh Hacker User Breach Forums Bjorka.

“Kami tidak lantas diam begitu saja kalau ada upaya-upaya dari pihak pihak hacker dan sebagainya,” kata Wawan.

Sumber: inilah
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Daily News

quiz

sobar

bebegig

$results={3}
close