Heboh Pertalite Menguap walau Kendaraan Tidak Digunakan, Ini Penjelasan Pertamina

Heboh Pertalite Menguap walau Kendaraan Tidak Digunakan, Ini Penjelasan Pertamina


WANHEARTNEWS.COM - Sejak harga BBM naik, pengguna kendaraan ribut di media sosial. Umumnya mengeluhkan bahan bakar yang boros. Ada yang mengaku, tak digunakan pun Pertalite tetap habis.

“Kalo saya sengaja isi pertalite 15rb tapi gak dipake motornya. 2 hari kemudian pas mau dipake udah abis aja bensinnya,” cuit pemilik akun Twitter @*rsc**lat seperti dilihat, Rabu 21 September 2022.

Sebelumnya, pemilik akun @**mi*su* curhat. “Mohon maaf, terpaksa saya harus katakan apa yg saya alami soal BBM Partalite setelah kenaikan harga jadi 10.000,” tulisnya.

“Bukan saja beban biaya bertambah 200-300 rb/bln namun ada yg terasa aneh dimana partalite nya kok cepat habis? Bahkan sekarang 1 hari saya harus isi 2x 😭
Ternyata,” lanjutnya.

Banyak sekali keluhan terkait Pertalite pasca harga naik jadi Rp10 ribu. Banyak yang menduga Pertalite sekarang bercampur dengan gas. Itu sebabnya bisa menguap walau tak digunakan.

“Jadi inget waktu mo ngisi BBM, pas buka tutup tanki ..tau-tau ada semprotan bensin dr mulut Tanki…alhasil bensin tumpah cukup banyak .. padahal Tanki terisi sekitar seperempat dr full tank,” aku akun @*r_w**tz.

PT Pertamina (Persero) membantah adanya penurunan kualitas Pertalite seperti yang dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat.

Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, Eko Kristiawan mengatakan, Pertalite (RON 90) tidak mengalami perubahan spesifikasi.

Menurut Eko, standar dan mutu BBM Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Selain itu, Eko pun mengimbau agar masyarakat menggunakan jenis bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Hal tersebut, katanya, sudah tertera dalam buku panduan kendaraan.

Penyebab Bensin Boros

Terkait bensin yang boros, Pertamina mengungkap ada beberapa penyebabnya, di antaranya:

1. Terlambat Mengganti Oli

Penyebab dari bensin boros yang pertama ini sangat umum terjadi, disaat pengendara terus mengulur waktu untuk melakukan servis pada kendaraan. Sedangkan saat melakukan servis rutin, otomatis oli pada kendaraan akan langsung diganti. Apalagi untuk kendaraan yang sering digunakan setiap hari.

Jarak tempuh rata-rata setiap kendaraan untuk ganti oli ialah sekitar 5 ribu km. Jika sudah melewati jarak tersebut, maka dapat menyebabkan penurunan pada kualitas oli. Dampak dari hal itu adalah menurunnya kinerja mesin dan menyebabkan bensin menjadi boros.

2. Terjadi Masalah pada Ban

Kendaraan diharuskan menggunakan ban dengan ukuran yang sesuai standar. Tetapi untuk beberapa kendaraan yang sudah dimodifikasi mungkin saja menggunakan ukuran ban yang tidak sesuai dengan standar.

Tentu saja hal ini adalah dapat menyebabkan masalah pada kendaraan Anda. Dampaknya adalah gaya gesek pada ban dan berat ban akan bertambah. Otomatis akselerasi kendaraan akan terhambat dan sudah pasti akan menjadi boros bensin.

Selain menggunakan ban dengan ukuran yang tidak sesuai standar, menggunakan ban kempes atau yang sudah gundul juga dapat menjadi masalah. Menggunakan ban yang kempes dan sudah botak juga meningkatkan gesekan dengan aspal.

Hal itu menyebabkan daya putar dan beban mesin tidak seimbang sehingga menyebabkan BBM yang dibutuhkan menjadi lebih banyak.

3. Filter Bensin yang Kotor

Penyebab dari bensin kendaraan boros selanjutnya ialah karena filter bensin yang kotor. Masalah ini biasanya sering terjadi dikarenakan pengendara telat untuk melakukan servis rutin sama seperti dengan mengganti oli. Sedangkan filter bensin merupakan bagian yang wajib untuk dibersihkan tepat waktu.

Filter bensin harus rutin dibersihkan serta wajib diganti setiap jarak tempuh kendaraan sudah mencapai 30 ribu hingga 40 ribu kilometer. Pembersihan dan penggantian filter bensin memiliki tujuan agar bensin yang disalurkan ke ruang bakar selalu bersih.

Saat bensin yang disalurkan kotor, maka akan menyebabkan bensin menjadi lebih boros karena kotoran yang masuk ke ruang bakar.

Hal ini mengakibatkan proses pembakaran menjadi tidak sempurna. Apabila hal ini terus menerus dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan di dalam ruang bakar.

4. Filter Udara yang Kotor

Bagian yang perlu untuk dibersihkan secara rutin selain filter bensin adalah filter udara. Mesin pada kendaraan memerlukan suplai udara yang bersih, sehingga mesin dapat menghasilkan tenaga yang maksimal. Apabila filter udara sudah kotor makan akan menyebabkan berkurangnya pasokan udara bersih ke dalam mesin.

Apabila filter udara dibiarkan kotor maka akan menyebabkan dampak buruk, yaitu berkurangnya pasokan udara bersih yang masuk ke dalam mesin. Alhasil piston akan bekerja lebih berat, sehingga Anda harus menginjak pedal gas lebih dalam agar kendaraan Anda mencapai akselerasi tinggi dan hal itu menyebabkan bensin boros.

5. Penggunaan AC yang Terlalu Dingin

Dengan kehadiran AC membuat penumpang nyaman, tapi Anda perlu perhatikan juga cara menggunakannya. Pada saat siang hari saat cuaca sedang panas, biasanya orang-orang cenderung menyalakan AC sampai suhu paling dingin. Sebenarnya hal itu salah, karena apabila suhu AC semakin dingin, maka bahan bakar yang diperlukan juga semakin banyak.

Apabila saat suhu AC menjadi sangat dingin, maka kompresor yang memompa refrigerant akan membagi daya. Pengaruhnya adalah power mesin terkuras banyak dan kompresor AC bekerja dengan keras. Jadi pengaturan suhu AC saat berkendara harus diperhatikan dan sewajarnya saja.

6. Menggunakan BBM yang Tidak Tepat

Kesalahan selanjutnya dapat terjadi jika Anda menggunakan bensin atau BBM yang tidak sesuai dengan standar pabrik pada mesin. Penyebab bensin boros dapat dikarenakan kualitas dari bahan bakar lebih rendah, yakni oktan lebih rendah dari 90.

Kendaraan memerlukan bahan bakar dengan oktan tinggi, sehingga dapat menghasilkan tenaga yang lebih kuat dan bensin tidak akan boros. Jika Anda menggunakan bahan bakar dengan dibawah oktan 90 bahkan 80, maka hal itu dapat menyebabkan pengeluaran bahan bakar akan lebih besar.

Anda dapat menggunakan BBM Pertamax dan Pertamax Turbo. Produk dari PT Pertamina (Persero) itu memiliki angka oktan 92 untuk Pertamax dan angka oktan 98 untuk Pertamax Turbo. Untuk harga Pertamax dan harga Pertamax Turbo juga masih terjangkau dengan kualitas yang baik. (*)

Sumber: herald
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Daily News

quiz

sobar

bebegig

$results={3}
close