Lepas dari Ukraina, Donetsk dan Luhansk akan Gelar Referendum untuk Gabung Rusia

Lepas dari Ukraina, Donetsk dan Luhansk akan Gelar Referendum untuk Gabung Rusia

WANHEARTNEWS.COM -

WANHEARTNEWS.COM - Donetsk dan Luhansk, dua wilayah di Donbass yang memisahkan diri dari Ukraina, berencana menggelar referendum untuk bergabung dengan Federasi Rusia . Jika terjadi, ini akan seperti Crimea pada 2014 silam.

Donetsk sudah lama memerdekakan diri dari Ukraina, membentuk pemerintahan dengan nama Republik Rakyat Donetsk (DPR).

Begitu juga Luhansk yang membentuk pemerintahan sendiri dengan nama Republik Rakyat Luhansk (LPR).

Presiden Rusia Vladimir Putin resmi mengakui dua wilayah itu sebagai negara merdeka tak lama sebelum invasi ke Ukraina diluncurkan.

Namun, pemerintah Ukraina yang berbasis di Kiev menolak mengakui dua wilayahnya itu sebagai negara.

Otoritas kamar sipil Donetsk pada hari Senin mengatakan DPR harus segera mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia.

Di hadapan ketua DPR Denis Pushilin, otoritas itu mengatakan sudah tiba waktunya untuk tindakan tegas, mendesaknya untuk mengadakan pemungutan suara sesegera mungkin.

“Kami semua merasa dan tahu untuk waktu yang lama bahwa Donbass adalah Rusia, kami telah berjuang untuk ini selama delapan tahun. Untuk ini, kami setiap hari mengalami serangan di rumah, jalan, rumah sakit, sekolah, dan taman kanak-kanak kami,” kata kepala kamar sipil Donetsk, Aleksander Kofman, dalam sebuah pernyataan.

"Kami ingin perbatasan Federasi Rusia berada di antara kami dan Ukraina! Kami ingin kembali menjadi bagian dari satu Tanah Air yang besar—Rusia. Orang-orang Donbass pantas mendapatkannya!" lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, Selasa (20/9/2022)

Pada hari yang sama, seruan serupa disampaikan kamar sipil LPR. Otoritas itu mendesak kepala LPR Leonid Pasechnik serta legislatif lokal untuk mengadakan referendum guna bergabung dengan Federasi Rusia sesegera mungkin.

Sikap serupa telah ditetapkan oleh pihak berwenang di Kherson, wilayah Ukraina selatan yang saat ini dikendalikan oleh pasukan Rusia.

Kepala apa yang disebut administrasi militer-sipil Kherson, Kirill Stremousov, mengatakan: "Penduduk kawasan ini menginginkan jaminan bahwa kami akan menjadi bagian dari Federasi Rusia.”

“Penduduk Wilayah Kherson menyerukan...dan ingin mengadakan referendum sesegera mungkin, karena mereka takut Rusia akan pergi,” kata Stremousov kepada RIA Novosti. I snd
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Daily News

quiz

sobar

bebegig

$results={3}
close