Luhut Binsar Pandjaitan Hilang Ambisi Jadi Capres: Saya Ini Dobel Minoritas

Luhut Binsar Pandjaitan Hilang Ambisi Jadi Capres: Saya Ini Dobel Minoritas


WANHEARTNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berbicara tentang kemungkinan orang luar Jawa maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024 mendatang. 

Perbincangan tentang calon presiden itu terjadi antara Luhut Binsar Pandjaitan dengan akademisi Rocky Gerung. Luhut menyatakan, agar siapapun tak memaksakan kehendak mencalonkan diri menjadi presiden jika bukan berasal dari Pulau Jawa. 

Ia mengatakan masih banyak cara lain bagi orang luar Pulau Jawa untuk mengabdi kepada Indonesia selain menjadi presiden. "Apa hanya jadi presiden aja kau bisa ngabdi? Kan nggak juga. 

Harus tahu diri juga lah, kalau kau bukan orang Jawa. Kalau Anda bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini, saya nggak tahu 25 tahun lagi. Udah lupain deh," kata Luhut saat berdialog dengan Rocky Gerung di kanal YouTube RGTV Channel ID, dikutip Jumat (23/9/2022). 

"Nggak usah kita memaksakan diri kita, sakit hati, yang bikin sakit hati kita kan kita sendiri," lanjutnya. Menurut Luhut, dia sudah kehilangan ambisi untuk menjadi orang nomor 1 di Indonesia karena masih banyak masyarakat Indonesia yang memilih berdasarkan etnis. "Termasuk saya (hilang ambisi), saya double minoritas. Saya udah Batak, Kristen lagi. 

Jadi saya bilang 'ya sudah cukup itu, kita harus tau'. Ngapain saya menyakiti diri hati saya," kata Luhut. Lebih lanjut, Luhut mengatakan menjadi presiden adalah skenario dari Tuhan. 

Meski semua orang berhak bersaing, tetapi tetap harus mengenali diri sendiri. "Itu menurut saya sudah takdir alam ini. Tuhan punya mau itu, God's scenario," ujarnya. Ia juga mengutip pernyataan jenderal dan filsuf Cina Sun Tzu tentang pentingnya mengenal diri sendiri. 

"Apa yang dibilang Sun Tzu itu benar, 'kenali dirimu, kenali musuhmu, 100 kali perang, 100 kali kau menang', tapi kadang-kadang kita tidak mengenali itu, kita tidak tanya diri kita," imbuhnya. 

Sementara itu, Rocky Gerung menambahkan bahwa Luhut yang menginjak usia 75 tahun itu ikut mengabdi sebagai masyarakat sipil.

 "Pak Luhut 75 tahun, dan tidak berminat lagi untuk mengabdi pada negara melalui pemerintahan. Dia mengabdi melalui masyarakat sipil," ujar Rocky.

Sumber: RMOL
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Daily News

quiz

sobar

bebegig

$results={3}
close