Presiden Berikutnya Harus Paham Makro-Mikro, Rocky: Lah Urusan Apa Jokowi dengan Capres Berikutnya -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Presiden Berikutnya Harus Paham Makro-Mikro, Rocky: Lah Urusan Apa Jokowi dengan Capres Berikutnya

Senin, 07 November 2022 | November 07, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-07T14:03:21Z

WANHEARTNEWS.COM - Pengamat politik Rocky Gerung mengaku jijik melihat perpolitikan terkait dengan partai politik yang meminta izin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat akan mengusung capres di Pemilu 2024.

Seperti diketahui, PAN dan PPP memberikan sinyal untuk mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres 2024, yang disinyalir sebagai jagoan Jokowi.

"Mentang-mentang udah di depan itu si Ganjar, semua ngikut di belakangnya tuh, jadi poin itu sebetulnya yang menunjukkan bahwa ada pendangkalan di dalam watak partai-partai itu," ungkapnya.

"Kalau gua bikin partai ngapain kau nanya presiden, calon presiden gua itu, goblok namanya itu, bukan goblok sih, bodoh, eh bukan bodoh, dungu," sambung Rocky Gerung.

Lantaran hal tersebut, Rocky Gerung menilai bahwa perpolitikan membuat publik jijik, apalagi sekarang Jokowi memberikan kriteria presiden berikutnya.

"Jadi hal-hal semacam itu yang membuat kita jijik sebetulnya melihat perpolitikan, nah itu yang pertama, yang kedua tiba-tiba Presiden Jokowi kasih kriteria," ungkapnya. 

Jokowi menginginkan agar presiden selanjutnya tidak hanya menguasai persoalan ekonomi makro dan mikro, namun juga pandai menguasai data di lapangan.

"Urusan apa Presiden Jokowi dengan calon presiden berikutnya, sama juga kan harus paham makro mikro, itu dengan sendirinya lah ngapain di suruh-suruh," ujar Rocky. 

"Kabinetnya yang musti paham makro dan mikro, dan sebetulnya bukan paham makro dan mikro, dia mesti paham link cage hubungan antara makro dan mikro," lanjutnya dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (7/11).

Jika mengikuti jalan pikiran Jokowi, Rocky Gerung menduga bahwa Presiden ingin menyampaikan ekonomi makro di Indonesia bagus.

"Ada orang paham makro, paham mikro, kan dia gak bisa hubungkan itu antara makro dan mikro, jadi sebetulnya kalau kita ikuti jalan pikiran Presiden, Presiden mau mengatakan yang makro kita bagus tapi mikronya buruk kan," tandasnya.

Sumber: wartaekonomi
×
Berita Terbaru Update
close