SEREM! Bak Perang Koboy, Ferdy Sambo dan Putri Disebut Sering Berantem Pakai Pistol: Ajudan Sampai Takut -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SEREM! Bak Perang Koboy, Ferdy Sambo dan Putri Disebut Sering Berantem Pakai Pistol: Ajudan Sampai Takut

Senin, 12 Desember 2022 | Desember 12, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-12T07:02:42Z


WANHEARTNEWS.COM - Pengacara keluarga mendiang Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak kembali mengungkap informasi tentang kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo.

Dalam perbincangannya di televisi swasta, Kamaruddin buka-bukaan bahwa Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi seringkali bertengkar. Gaya pertengkaran mereka bahkan disebut membuat takut para ajudan.

"Putri Candrawathi ini kan selain anak angkatan dia juga mahir menembak, informasi yang saya dengar dia sering bermain perang dengan Ferdy Sambo," ungkap Kamaruddin Simanjuntak.

"Bahkan yang ketakutan para ajudan ketika mereka berperang tembak-tembakan macam koboi," tambahnya.

Lebih lanjut, Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan bahwa pada tahun 2021 Putri Candrawathi pernah tembak menembak dengan Ferdy Sambo di rumahnya. Hal ini yang membuat para ajudan bersembunyi.

"Bohong besar jika dikatakan Putri tidak bisa menembak atau berperang dia mahir untuk itu," imbuhnya lagi.

Dugaan Putri Candrawathi Ikut Menembak

Kamaruddin Simanjuntak sebelumnya menyebut Putri Candrawathi turut menembak Yosua. Istri Ferdy Sambo itu menurutnya diduga menembak menggunakan senjata buatan Jerman.

Hal ini disampaikan Kamaruddin saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer. Dia mengklaim mengetahui hal tersebut berdasar investigasi yang dilakukannya secara pribadi.

"Awalnya dibilang yang menembak suadara Richard Eliezer. Tetapi kemudian kami temukan fakta baru bahwa yang menembak adalah Ferdy Sambo dan Richard Eliezer atau Bharada Richard Eliezer bersama dengan Putri Candrawathi," kata Kamaruddin.

Menanggapi permintaan Kamaruddin, Majelis hakim pun merasa kesulitan untuk menganalisis mengingat informasi yang disampaikan Kamaruddin tidak terlalu jelas. Menurut hakim, persidangan digelar untuk mencari fakta dan bukti yang ada.

Sumber: suara.
×
Berita Terbaru Update
close