Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK), Ahmad A. Hariri menanggapi rumor
yang menyebutkan bahwa putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang
Pangarep terlibat dalam kasus korupsi BTS Kominfo. Keterlibatannya
disinyalir berkaitan dengan dugaan pengembalian Rp27 miliar oleh
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.
Ia mengatakan, jumlah uang hasil dari giat rasuah BTS Kominfo sangat besar,
pasti tidak mungkin dinikmati sendiri. “Keniscayaan (kasus) korupsi BTS yang
sampai Rp8 triliun itu pasti menyebar ke mana-mana,” kata Hariri saat
dihubungi Inilah.com di Jakarta, Minggu (9/7/2023).
Meski begitu, terkait benar atau tidak adanya keterlibatan Kaesang, Hariri
menyerahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) yang memiliki hak
untuk menyelidiki isu ini. Ia berharap ada tindak lanjut Kejagung usai
memanggil Dito pada Senin (3/7/2023) lalu, jangan sampai ada kesan tebang
pilih.
“Saya harap tidak ada yang tertinggal dari penuntasan kasus ini, maksudnya
sampai ada yang satu di periksa, yang satu kemudian (satu lagi) diabaikan
saja atau sengaja dilindungi,” ujar Hariri.
Terkait kabar soal kuasa hukum Irwan, Maqdir Ismail yang disebutkan akan
mengembalikan uang senilai Rp27 Miliar, Hariri sebut sebagai momentum yang
tepat, untuk membongkar kasus secara terang benderang, termasuk seberapa
jauh keterlibatan Dito. “Korupsi ini kan bukan bukan delik aduan, jadi tidak
bisa berhenti sekedar di pengembalian uang saja,” ucap Hariri.
Lebih lanjut, Hariri berharap menekankan Kejagung harus gerak cepat, jangan
sampai Kejagung menunda-nunda hingga nantinya luput dari sorotan publik dan
berakibat terhentinya proses penyelesaian kasus ini.
“Jangan sampai diproses lama karena secara teori, ‘kakap besarnya’ sudah
terungkap. ‘Kakap-kakap besar’ lainnya bisa cepat diselesaikan, jangan ada
yang ditunda-tunda,” ujar Hariri.
Di jejaring Twitter beredar video yang menyebut Kaesang Pangarep terlibat
dalam kasus korupsi BTS Kominfo. Dalam video yang diunggah akun Twitter
@hc_pilot, turut diungkap bahwa Dito dan Kaesang ternyata punya kedekatan,
keduanya disebut sedang mengerjakan sebuah proyek bersama.
Video ini juga menceritakan, sehari setelah pemanggilan Menpora, ada
seseorang yang menyerahkan uang senilai Rp27 miliar kepada Maqdir Ismail
dalam bentuk pecahan dolar Amerika Serikat.
Narasi dalam video itu menekankan bahwa pengembalian dana hasil korupsi
mampu membebaskan orang-orang yang terlibat di dalamnya dari hukuman pidana.
“Tapi dia salah bahwa hukum di Indonesia tidak seperti itu,” jelas video
itu.
Dijelaskan pula, pengembalian uang tersebut hanya memungkinkan hakim untuk
mempertimbangkan mereka yang terlibat mendapat keringanan hukuman, bukan
menghentikan apalagi membebaskan dari hukuman. Akan tetapi, video tersebut
tidak mengungkap dengan jelas siapa dalang dibalik pengembalian dana korupsi
yang diserahkan kepada Maqdir Ismail, namun kabarnya ada keterlibatan
Kaesang.
“Tapi ada kabar dan ini insyaAllah A1, itu orang yang terlibat di dalamnya
itu salah satunya adalah putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.
Mereka memiliki proyek bersama,” ungkap video itu.
Berdasarkan video berdurasi 2 menit 19 detik itu juga mengabarkan bahwa
Maqdir akan menyerahkan uang tersebut bersamaan dengan dipanggilnya ia ke
Kejagung.
“Jadi kita tunggu perkembangan ini seperti apa karena ini akan menggulung
terus kasus ini sehingga melibatkan banyak orang, termasuk kabarnya Presiden
Jokowi ada di dalamnya,” bunyi keterangan video itu.
nah kan, makin mengerikan..
— ͔ (@hc_poirot) July 8, 2023
perkembangan korupsi bts kominfo mulai merambah kemana-mana, tak terkecuali ke lingkaran keluarga kerajaan pic.twitter.com/uxaQiyw0kM
Sekadar informasi, sebelum dilantik sebagai Menpora, Dito Ariotedjo memiliki
sejumlah bisnis di berbagai bidang. Termasuk di antaranya pangan, coworking
space, hingga startup. Keseluruhan bidang usaha tersebut tergabung ke dalam
satu induk perusahaan, Grupara Ventures. Dito tercatat pernah menjabat
sebagai komisaris utama di PT Kartika Karya Eka Nusa dan PT Syailendra
Pangan Indonesia.
Selain itu, pemilik nama lengkap Ario Bimo Nandito Ariotedjo ini juga
merambah ke bisnis olahraga. Bisnis inilah yang membuatnya terkenal di
kalangan anak muda. Pada 2021 lalu, Dito membangun Rans Sport bersama Raffi
Ahmad dan CEO Prestige Motor. Ia menjabat sebagai Chairman Rans Nusantara FC
dan Chairman Rans PIK Basketball di Indonesia Basketball League (IBL).
Di sini lah, dugaan adanya kedekatan Dito dengan Kaesang. Sebab, Kaesang
juga tercatat sebagai Komisaris di Rans Entertainment, tempat Rans Sport
bernaung. Dalam perusahaan besutan suami Nagita Slavina ini, Kaesang
memiliki 463 lembar saham atau setara dengan kepemilikan 1,15 persen saham
perusahaan.
Foto:

