Kelompok-kelompok bertikai di Gaza saling menyalahkan soal serangan ke Rumah
Sakit Al-Ahli di Jalur Gaza. Sebagaimana dikabarkan, serangan pada Selasa
(17/10/2023) itu menewaskan ratusan orang. Hamas menyalahkan Israel,
sebaliknya, Israel menuding Jihad Islam sebagai pelaku serangan yang menimpa
Al-Ahli, sebuah rumah sakit yang dikelola oleh misi Anglikan di Gaza.
Meskipun Israel menolak keterlibatan mereka dan menunjuk kelompok Jihad
Islam sebagai pelakunya, sejumlah bukti menunjukkan sebaliknya. mengutip
Arabnews, berikut adalah tujuh bukti yang menunjukkan keterlibatan Israel
dalam serangan brutal tersebut.
1. Peringatan Evakuasi dari Militer Israel
Militer Israel telah meminta penduduk di lingkungan Zeitoun, tempat Rumah
Sakit Al-Ahli berada, untuk pindah ke selatan. Peringatan ini dikeluarkan
pada hari yang sama dengan terjadinya serangan.
Israel gives a warning for everyone to leave a hospital because they're going to bomb it. They then bomb it. They then say it was Palestinians bombing their own hospital. ...Who exactly still believes their garbage?
— Lee Camp [Redacted] (@LeeCamp) October 18, 2023
Asisten digital Perdana Menteri Israel, Hananya Naftali, sempat menuliskan
di media sosial bahwa Angkatan Udara Israel telah menyerang "markas teroris
Hamas" yang berada di rumah sakit tersebut. Pernyataan ini kemudian dihapus.
A deleted tweet from the online Israeli propagandist @HananyaNaftali confirming that Israel did specifically target Al Ahli Hospital. pic.twitter.com/7Z4eSDwhmA
— Dilly Hussain (@DillyHussain88) October 17, 2023
Israel on Tuesday:
— Saul Staniforth (@SaulStaniforth) October 20, 2023
No, we didn't bomb Al Ahli hospital. We don't bomb hospitals
Israel on Friday:
We will bomb Al-Quds hospital. Evacuate
menambah keraguan mengenai kebenaran dari klaim mereka. Awalnya, mereka
menyalahkan serangan itu pada rudal yang salah sasaran yang diluncurkan oleh
Jihad Islam. Kemudian, mereka mengatakan mereka tidak mengebom rumah sakit.
Rumah Sakit khusus Kuwait di kota Rafah di selatan Gaza telah menerima dua
peringatan dari Israel untuk mengungsi, menunjukkan adanya niatan untuk
menyerang fasilitas kesehatan.
5. Jumlah Serangan ke Fasilitas Kesehatan
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah terjadi lebih dari 51
serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza sejak dimulainya konflik. Hal
ini mengindikasikan pola serangan yang terarah.
‘ @Lawrence,@TimesofIsrael ‘The World Health Organization (WHO) pointed out that there had actually been over 51 attacks on healthcare facilities in Gaza since the start of the conflict on October 7. Israel video shows recording time one hour after HOSPITAL BOMBED! Surprised? pic.twitter.com/HlkJYR5oJv
— Wood Smoke Free (@StellaHaley20) October 20, 2023
Jurnalis tim investigasi visual di The New York Times, Aric Toler,
menunjukkan bahwa rekaman video yang digunakan oleh militer Israel sebagai
bukti memiliki stempel waktu yang tidak sesuai, sehingga mempertanyakan
keakuratannya.
Our/@CobbSmith’s analysis of the crater size suggests a munition larger than eg a Spike or Hellfire missile commonly used by IOF drones. It is more consistent w/ the impact marks from an artillery shell—but w/o additional material evidence, we cannot make a definitive assessment. pic.twitter.com/NH99gcM5s6
— Forensic Architecture (@ForensicArchi) October 20, 2023
Duta Besar Palestina di PBB, Riyad Mansour, menyatakan bahwa ada
kecenderungan dari Israel untuk mengevakuasi atau menyerang rumah sakit,
berdasarkan pernyataan sebelumnya dari juru bicara militer Israel.
"He is a liar!"
— 5Pillars (@5Pillarsuk) October 18, 2023
Palestine's Ambassador to the UN, Riyad Mansour, calls Benjamin Netanyahu a liar and says Israel is "fabricating stories" to cover up its deadly air raid on the Al Ahli Baptist Hospital in Gaza that killed at least 500 people. pic.twitter.com/z4VAhb1xq9
memperkuat dugaan bahwa Israel terlibat dalam serangan terhadap Rumah Sakit
Al-Ahli di Gaza. Dalam konteks humaniter dan hukum internasional, serangan
terhadap fasilitas kesehatan adalah suatu pelanggaran yang serius, dan perlu
ada investigasi lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.
Dengan adanya bukti-bukti ini, dunia internasional dituntut untuk melakukan
tindakan yang lebih konkrit dalam menangani situasi ini dan menuntut
pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat.
Foto: RS Al-Ahli di Gaza. (Foto: Palestine Chronicle)

