Disentil Mati-matian Bela Jokowi, Qodari Sesumbar ke Sudjiwo Tedjo: Jiwa Aktivis Saya Memang Kuat -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Disentil Mati-matian Bela Jokowi, Qodari Sesumbar ke Sudjiwo Tedjo: Jiwa Aktivis Saya Memang Kuat

Jumat, 23 Februari 2024 | Februari 23, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-23T15:37:31Z

Budayawan Sudjiwo Tedjo menyentil Muhammad Qodari yang menurutnya membela mati-matian Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Hal ini terjadi saat keduanya menjadi bintang tamu di acara ILC.

Mengutip dari potongan video yang diunggah oleh akun X @/Mdy_Asmara1701, terlihat momen ketika Sudjiwo Tedjo yang awalnya mengungkit masa lalu Qodari ketika masih bekerja di Kompas.

"Aku kenal Qodari waktu di Kompas, dia enggak kenal aku, tapi dia udah sering nulis di Kompas. Waktu itu naik lift dan mobilnya masih biasa-biasa aja gitu," ujar Sudjiwo Tedjo dikutip Jumat (23/2/2024).

"Terus kira-kira 3 atau 4 tahun yang lalu waktu sama-sama datang ke ulang tahun Bu Mega sudah Alphard, wah sudah kaya," imbuhnya.

Budayawan itu lantas mempertanyakan penyebab mengapa Qodari begitu mati-matian membela Jokowi, tak seperti direktur lembaga survei lainnya. Ia tak yakin bila hal tersebut dilakukan Qodari semata demi uang.

"Kenapa Qodari sangat membela Jokowi? Bahasanya saya sering mengatakan, semua orang punya cita-cita, rata-rata orang yang cita-citanya tercapai itu ketika dia bercita-cita seperti orang marah. Mata, ucapan, pikiran, tindakan menuju cita-cita itu. Itu akan tercapai," ujar Sudjiwo Tedjo.
"Nah ketika Qodari membela Jokowi, itu bahasa tubuhnya dari mata sampai itunya, karena sudah kaya apalagi main saham, pasti sudah kaya. Aku enggak yakin hanya digerakkan oleh duit," imbuhnya.

Qodari pun menjawab pertanyaan Sudjiwo Tedjo dengan percaya diri. Ia mengaku memiliki jiwa aktivis yang lebih besar ketimbang para petinggi lembaga survei lainnya.

"Pertama memang jiwa aktivis saya memang kuat, enggak semua punya jiwa aktivis kan, seperti enggak semua orang punya jiwa dalang, seperti enggak semua bisa nyanyi," jawab Qodari.

"Jadi saya kira itu penjelasan paling sederhana. Memang energi aktivisme saya itu kuat, itu yang pertama," sambungnya.

Pengamat politik kelahiran 15 Oktober 1973 itu juga membeberkan alasan lain mengapa dirinya mendukung penuh dan mempercayai Jokowi sebagai seorang presiden.

"Kemudian yang kedua, boleh setuju atau tidak, moral tertinggi buat saya adalah keselamatan bangsa dan negara, yang kedua adalah Indonesia harus jadi negara maju," beber Qodari.

"Dan saya melihat bahwa orang yang punya perencanaan, punya pemikiran yang paling konkret Indonesia Maju 2045 adalah Pak Jokowi dengan rumusan-rumusan strategi program pembangunan dia dan saya percaya dengan teori-teori itu," pungkasnya.

Sumber: suara
Foto: Pengamat Politik Muhammad Qodari. [YouTube/Total Politik]
×
Berita Terbaru Update
close