Kisah Sosok Muazin Terkenal Kerajaan Mataram, Dicintai Umat Ditakuti Penjajah -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kisah Sosok Muazin Terkenal Kerajaan Mataram, Dicintai Umat Ditakuti Penjajah

Kamis, 15 Februari 2024 | Februari 15, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-15T01:32:25Z

PETILASAN Ki Ageng Wonokusumo di Dusun Wonotoro, Desa Jatiayu, Karangmojo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta masih sering didatangi peziar. Masyarakat menganggapnya sebagai orang suci. Ageng Wonokusumo merupakan ulama yang hidup di era Kerajaan Mataram Islam.

Selain itu, Ki Ageng Wonokusumo juga dikenal sebagai muazin terpercaya kerajaan. Sering mengundangkan azan, memanggil orang-orang untuk shalat menghadap Allah SWT.

Kisah Wonokusumo tidak bisa lepas dari Sunan Pandanaran di Bayat Klaten, serta KI Ageng Giring III.

Wonokusumo merupakan anak dari Ki Ageng Giring III. Setelah besar, dia pergi ke arah timur laut dan tinggal di Gedangrejo, Karangmojo.

Namun, kumandang azan yang dilakukan tidak pernah terdengar baik dari wilayah Giring, Sodo Paliyan, maupun dari Bayat Klaten. Akhirnya, Wonokusumo mencari tempat yang tinggi di Bukit Wonotoro.

Dari situlah kumandang azan terdengar sampai Giring tempat ayahnya, serta sampai ke Tempat Sunan Pandanarang di Bayat. Bahkan, upaya berhubungan jarak jauh ketiganya melalui kebatinan bisa dilakukan dari puncak bukit tersebut.

Menurut juru kunci Makam Ki Ageng Wonokusumo, Daryanto belum lama ini mengatakan, cerita mengenai Ki Ageng Wonokusumo didapatkannya dari leluhur secara turun - temurun.

Dia menuturkan, Ki Ageng Wonokusumo merupakan salah satu tokoh Islam yang disegani dan ditakuti. Bahkan, dianggap musuh besar oleh penjajah Belanda yang selalu ingin membunuhnya.

Namun, para pengikut dan sahabat Wonokusumo selalu bisa mengelabuhi Belanda. Hingga akhirnya pada suatu saat terjepit, para pengikut dan sahabat mengatakan bahwa Ki Ageng Wonokusumo telah meninggal dunia.

Lokasi makam Ki Ageng Wonokusumo berada di lokasi yang tinggi, di sekitarnya juga digunakan pemakaman umum. Namun, warga sekitar tidak berani memakamkan warga berada lebih tinggi dari makam Wonokusumo.

Sumber: okezone
Foto: Makam Ki Ageng Wonokusumo di Gunungkidul (Foto: Suharjono)
×
Berita Terbaru Update
close