Percakapan Pilot dan co-Pilot Batik Air Penerbangan Kendari-Jakarta, Kebohongan Terungkap Usai Terbangun -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Percakapan Pilot dan co-Pilot Batik Air Penerbangan Kendari-Jakarta, Kebohongan Terungkap Usai Terbangun

Senin, 11 Maret 2024 | Maret 11, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-03-11T06:09:24Z

Terungkap percakapan pilot dan co-pilot maskapai Batik Air, saat menerbangkan pesawat tersebut rute Kendari Jakarta.

Kedua pilot ini menjadi sorotan, karena saat menerbangkan pesawat Batik Air sempat tertidur.

Dilansir Kilat.com dari laman flightglobal.com terungkap percakapn antara co-pilot dan pilot Batik Air ID6723 tersebut.

Keduanya diduga tertidur secara bersamaan saat menerbangkan pesawat tersebut.

Untuk diketahui insiden tersebut terjadi 25 Januari 2024 lalu. Kemudian diselidiki KNKT.

Keduanya bahkan tertidur selama 28 menit ketika pesawat tersebut masih mengudara.

"Menyebabkan serangkaian kesalahan navigasi saat kedua pilot tertidur sekitar 28 menit," ungkap KNKT mengutip laman tersebut.

"Mengoperasikan ID6723 dari Kendari di provinsi Sulawesi (Tenggara) ke ibu kota Indonesia."

"Penerbangan ini memiliki waktu blok (tempuh) 2 jam 35 menit, sesuai jadwal Batik Air Indonesia," lanjut rilis tersebut.

Terungkap kronologi hingga percakapan keduanya bisa tertidur saat menerbangkan pesawat tersebut.

"Sekira 08:37, kedua awak melepas headset. Selanjutnya co-pilot bertanya ke apakah dia boleh tertidur. Petugas pertama setuju," kata pihak KNKT.

Kemudian pilot mengambil alih penerbangan selama 40 menit, sebelum rekannya bangun dan menanyakan apakah dia ingin beristirahat.

Sang pilot menolak dan melanjutkan tugasnya untuk terus menerbangkan pesawat tersebut.

"Tidak jelas apakah dan kapan pilot muda itu memasang kembali headset-nya," ungkap KNKT mengutip laman flightglobal.com.

Kemudian pada pukul 08.43 WIB, co-pilot masih menerbangkan pesawat. Lalu ada kontak awal pengatur lalu lintas udara di Jakarta.

Diinstruksikan menuju waypoint terletak di timur laut bandara ibu kota. Karena A320 sedang terbang dengan arah 250 derajat, berada di sebelah timur titik jalan.

Sekitar satu menit setelah kontak dengan Jakarta, co- pilot 'tidak sengaja' tertidur saat menjadi awak pesawat.

Pusat kendali wilayah Jakarta menanyakan kru berapa lama A320 terbang pada jalurnya, namun tak direspon.

Lalu pihak bandara menghubungi kembali pesawat ini, termasuk meminta pilot lain memanggil awak pesawat.

28 menit setelahnya petugas co-pilot, sang pilot terbangun dan menyadari bahwa pesawat tidak berada di jalur yang benar.

Pilot membangunkan co-pilot lalu menanggapi panggilan dari pusat kendali di Jakarta.

"Mengatakan bahwa mereka 'mengalami masalah komunikasi radio', yang menjelaskan kurangnya respons mereka," ujar sang pilot Batik Air. (*)

Sumber: kilat
Foto: Batik Air (flightglobal.com)
×
Berita Terbaru Update
close