Oligarki Akan Halangi Anies Kembali Jadi Gubernur DKI -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Oligarki Akan Halangi Anies Kembali Jadi Gubernur DKI

Selasa, 07 Mei 2024 | Mei 07, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-07T11:17:18Z

Jurnalis senior Hersubeno Arief menilai oligarki akan menghalangi calon presiden (capres) nomor urut satu Anies Baswedan kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta karena kebijakan yang diberlakukannya saat menjabat sebelumnya sangat bertentangan dengan kepentingan mereka.

Selain itu, Anies Baswedan juga mempunyai hambatan lain jika ingin kembali menduduki posisi Gubernur DKI Jakarta, yaitu dengan minimnya partai politik yang ingin mengusungnya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

"Tapi saya kira kalau kemudian kita bicara soal kemungkinan peluang Anies untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta itu handicapnya sekarang luar biasa besar ya Bung Rocky, bukan hanya soal perahu yang dari partai-partai politik tetapi pasti ada operasi-operasi yang dilakukan oleh oligarki untuk menghalangi dia kembali," ucapnya.

"Karena saya kira mereka sudah bisa tahu ketika Anies 5 tahun berada di Jakarta ya memang kebijakan-kebijakan dia sangat bertentangan dengan kepentingan para oligarki," imbuhnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (7/5). 

Sementara sebelumnya, dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (18/4/2024), Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan bahwa Ridwan Kamil menempati posisi elektoral tertinggi untuk Pilkada DKI Jakarta, lalu disusul Anies Baswedan. 

“Dinamika elektoral itu tidak statis, sekarang yang paling tinggi namanya Ridwan Kamil, tapi selisihnya tidak jauh sama Mas Anies dalam margin of error,” ucap Burhanuddin, dikutip dari Kompas TV.

Ia mengatakan dinamika elektoral untuk Pilkada DKI Jakarta sangat tinggi, pasalnya pada peringkat pertama hingga kesembilan dalam survei perolehan angka yang didapat masing-masing calon tidak terlampau jauh.

“Kita mendapati satu fenomena di mana Jakarta itu dinamika elektoralnya sangat tinggi, peringkat pertama, kedua hingga peringkat ke-9 itu selisihnya tidak terlalu jauh,” kata Burhanuddin.

“Jadi masih membuka pintu buat siapapun, karena proses nominasi masih berlangsung hingga bulan Agustus, masih jauh dan yang menarik partai-partai di Jakarta juga tidak ada yang sangat dominan (di Pemilu 2024).”

Sumber: populis
Foto: Anies Baswedan/Net
×
Berita Terbaru Update
close