Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan kegeramannya terhadap aksi perburuan dan penembakan terhadap Macan Tutul yang terjadi di Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang. Ia menilai, aksi tersebut bisa merusak keseimbangan ekosistem lingkungan.
Dalam pernyataannya yang diunggah di akun media sosial @dedimulyadiofficial, Dedi mengatakan, macan tutul yang menjadi korban perburuan itu sampai pincang kakinya. Dengan kondisi tersebut, maka hewan dilindungi itu tidak bisa lagi mencari makan.
“Dampaknya, tak lama lagi akan mengalami kematian. Itulah yang dialami oleh macan tutul di Gunung Sanggabuana,” ujar pria yang akrab disapa KDM itu, dalam videonya yang dikutp Republika, Rabu (28/1/2026).
Dalam keterangannya, KDM mengancam tidak akan membiarkan para pelakunya lolos. “Duhai para pemburu macan tutul di Gunung Sanggabuana dan dimanapun, awas loh saya tandai kalian semua,” katanya.
KDM pun mengajak semua pihak untuk menjaga kelestarian hutan, termasuk seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya. Pasalnya, hutan berperan sebagai penyangga kehidupan bagi manusia.
“Gunung itu merupakan pananggeuhan. Artinya bahwa dia adalah penyangga yang harus dijaga. Bukan hanya gunungnya, pengisinya juga harus dijaga karena kita mendapat manfaat yang ada di hilirnya,” ucap KDM.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada kapolda Jabar, kapolres Karawang, dan jajaran Satuan Reksrim Polres Karawang, yang telah mengamankan orang-orang yang diduga melakukan perburuan dan penembakan terhadap Macan Tutul tersebut.

