Hasrat Liar Neng Neha Sang Pen990da (21+) -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hasrat Liar Neng Neha Sang Pen990da (21+)

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-01T02:46:35Z

wanheart News

Saat ini aku baru lulus SMA sedang cari tempat kuliah, tapi sudah 3 kota kujelajahi tidak satupun yang aku rasa cocok, akhirnya aku kembali ke kotaku. Sebut saja namaku Neng Neha, saat ini usiaku 19 tahun, kata orang yang mengenalku aku dianggap sebagai wanita penggoda ini disebabkan bentuk tubuhku yang yahud dengan bodi montok dan seksi serta bibir tipis dan kulit putih bersih bak mutiara. Orang bilang aku kayak bintang sinetron, CK.

Awalnya aku dicap sebagai gadis penggoda yaitu ketika aku duduk di kelas II SMA, aku mempunyai teman akrab, sebut saja Anggie. Dia pindahan dari sekolah lain, selain sebagai siswa sekolah yang kutahu dia sebagai penghibur jika di luar lingkungan sekolah. Di sekolah hanya aku yang mengetahuinya, karena seringnya aku bergaul dengan Anggie, aku jadi sedikit ketularan gaya pelacurnya, sehingga sekolah tahu kalau aku yang menjadi pelacur. Karena Anggie-lah, aku sering menonton film porno miliknya. Jadi kalau ada seorang lelaki yang kulihat ganteng ada di sekolah pasti kuganggu dengan suitan-suitan.

BACA JUGA: Terjerat Hasrat Nikmat Suami Sahabat Part 

Lelaki yang pertama kali kugoda adalah kepala sekolahku sendiri, sebut saja Pak Lubis. Aku dan Anggie sedang ada di lorong sekolah, 1 minggu lagi aku mau Ebtanas jadi pelajaran sudah berkurang, tapi banyak guru-guru dari sekolah lain yang meninjau sekolahku karena mereka akan jaga Ebta di sekolahku. Ada seorang guru dari sekolah lain sedang melintas di depanku dan Anggie, orangnya sih imut jadi kugoda. "Suit.. suit.. Bapak, boleh dong kenalan sama Neha.." kataku ketika dia melintas di depanku. Orang itu hanya tersenyum-senyum melihat ke arahku, tapi aku tidak tahu kalau kepala sekolahku saat itu ada di belakangku. Tiba-tiba telingaku dijewernya.

"Hayo.. kamu Neha.. ganggu orang aja yach.."

"Aduh.. sakit Pak.."

"Kamu ke kantor Bapak ya.. kamu ini.."

"Iya.. iya.. Pak.."

Dengan langkah terpaksa kuikuti kepala sekolahku ke kantornya. Pak lubis ini memang terkenal galaknya. Ketika sampai di kantornya disuruhnya duduk berhadapan terhalang meja kerjanya yang banyak sekali surat-surat di atasnya.

"Tutup pintunya.. terus kamu duduk sini.."

Baca Juga: Hasrat Terpendam Sang Ustadzah 

"Iya.. Pak.."

Kututup pintu kantor Pak Lubis lalu duduk di hadapannya.

"Neng.. kamu ini.. ganggu orang.. aja.. kamu khan seminggu lagi ujian.. apa kamu nggak mau lulus?"

"Iya.. mau Pak.."

"Iya.. kamu belajar dong.. bukannya gangguin orang terus.. kalau kamu begitu terus saya nggak bisa beri kamu lulus.."

"Iya.. jangan dong Pak.. Neha.. pingin lulus Pak.. tapi Neha punya syarat deh.."

"Syarat apa.. pakai syarat-syarat segala.."

Aku tidak mengatakan apa-apa syaratnya, aku berdiri dan berjalan ke arah pintu kantor Pak Lubis.

"Hei.. kamu mau kemana? saya belum selesai."

Pintu kantor Pak Lubis kukunci lalu aku kembali ke arahnya.

"Pak.. inilah syaratnya.. sekarang selesaikan yang ingin Bapak selesaikan.."

Pak Lubis hanya terbengong melihat tubuhku yang sudah kubuka untuknya matanya terus menatap ke arah kenikmatanku. Nafasnya berubah menjadi semakin liar.

"Neng.. ka.. kamu.. hgeehh.. anumu bagus sekali.. harum.. lagi.. ka.. kamu.. mau.. ya.."

"Iya.. Pak.. selesaikan aja sekarang."

Tiba-tiba tangan Pak Lubis meregangkan kakiku, sehingga.... 

 

Bersambung 

Untuk lengkapnya silahkan kunjungi tautan dibawah

Hasrat Neng Neha Sang Penggoda Lengkap

 

×
Berita Terbaru Update
close