Iran Ancam Pembalasan Dahsyat ke AS: Tidak Pernah Mereka Bayangkan Sebelumnya -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iran Ancam Pembalasan Dahsyat ke AS: Tidak Pernah Mereka Bayangkan Sebelumnya

Sabtu, 18 Juli 2026 | Juli 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-18T02:23:24Z

 

wanheartnews.com

WANHEARTNEWS.COM
 - Iran mengancam akan melancarkan pembalasan dahsyat terhadap Amerika Serikat (AS) jika Washington terus menyerang wilayah Iran dan melanggar MoU Islamabad yang mengakhiri perang kedua negara sejak 28 Februari lalu. Militer Iran menegaskan bahwa AS akan menghadapi tindakan yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Juru bicara militer Iran, Brigjen Mohammad Akraminia, mengatakan Presiden Donald Trump akan menghadapi tantangan baru dan tak terduga apabila AS melanjutkan kebijakan permusuhan terhadap Teheran.


"Para pejabat AS akan menghadapi tantangan baru dan tak terduga dari militer Republik Islam Iran, baik dalam hal persenjataan maupun geografi perang, yang tidak pernah mereka bayangkan. Amerika Serikat harus berharap kejutan dari militer kami,” kata Akraminia kepada kantor berita mahasiswa Iran (ISNA).

Menurut Akraminia, militer Iran telah menyiapkan serangan kejutan yang akan digunakan jika AS terus melakukan tindakan agresif terhadap negaranya. Dia juga menilai Washington tidak mampu sepenuhnya mengendalikan gejolak, bahkan di wilayah-wilayah yang berada di bawah pengaruh militernya sendiri.
 
Ancaman Pembalasan Langsung

Akraminia menegaskan bahwa Iran siap memberikan respons keras terhadap setiap ancaman dari AS maupun sekutunya. Dia menyebut kapal-kapal tanker Iran tetap berlayar dari Selat Hormuz menuju Samudera Hindia meskipun tekanan dari pihak luar meningkat.


“Setiap ancaman dari AS atau sekutunya akan memicu pembalasan langsung dan keras,” ujarnya.

Peringatan tersebut muncul setelah AS menerapkan kembali blokade maritim terhadap Iran. Akibat kebijakan itu, sejumlah kapal tanker dan kapal kargo Iran dilaporkan dicegat sehingga kesulitan keluar dari kawasan Teluk Persia.

Situasi ini menandai meningkatnya kembali ketegangan antara Teheran dan Washington setelah sebelumnya kedua negara mencapai kesepakatan penghentian konflik melalui MoU Islamabad. Iran menilai langkah AS yang memperketat blokade maritim sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di enam negara Timur Tengah sepanjang Jumat, menargetkan fasilitas radar, hanggar, hingga helikopter dan pesawat militer

Sumber: inews 
 
×
Berita Terbaru Update
close