Makin Ditantang Makin Ganas! Kini Hacker Bjorka Bagikan Data Diduga Milik Puan, Erick dan Denny Siregar

Makin Ditantang Makin Ganas! Kini Hacker Bjorka Bagikan Data Diduga Milik Puan, Erick dan Denny Siregar


WANHEARTNEWS.COM - Bjorka, peretas atau hacker yang mempublikasikan data pribadi beberapa publik figur Indonesia, kembali membagikan data pribadi pejabat di channel Telegramnya hari ini, Minggu (11/9/2022).

Beberapa data pribadi yang dibagikan hari ini di antaranya diduga data milik Ketua DPR RI, Puan Maharani; Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan; Menteri BUMN, Erick Thohir; dan pegiat media sosial Denny Siregar.

Pada unggahan data yang diduga milik Puan Maharani, dalam bahasa Inggris ia menuliskan kalimat “Apa kabar mbak? Bagaimana rasanya merayakan ulang tahun ketika banyak orang memprotes harga BBM tepat di depan kantor Anda?”

Sementara pada unggahan data yang diduga milik Denny Siregar, ia menuliskan kalimat berbahasa Inggirs, yang artinya kurang lebih “Bagaimana rasanya hidup menggunakan uang pajak dari orang Indonesia tapi malah menggunakan internet untuk mempolarisasi orang?”

Sebelumnya, diberitakan, pada ulang tahunnya ke-66, Sabtu (10/9) kemarin, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, diserang hacker atau peretas bernama Bjorka.

Ia kena doxing, data pribadi miliknya diduga disebar via akun Telegram.

Bjorka melakukan doxing atau penyebaran informasi pribadi lengkap milik Menkominfo Johhny.

Kebocoran data pribadi itu mulai dari  Nomor Induk Keluarga (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), gelar, alamat, nomor telepon, nama anggota keluarga ingga nomor vaksin.

Di Twitter, akun @bjorkanism mereka juga sempat mengucapkannya hal yang sama, mengucapkan selamat ulang tahun ke ke-66 Menteri Johnny.

"Happy birthday," tulis Bjorka pada Sabtu siang.

Namun, di akun Instagram bjorkanism, selain mengucapkan ulang tahun, ia juga meakukan doxing dengan membocor-kan data pribadi sang Menteri.

Dilansir dari situs resmi Kominfo, Doxing adalah penyebaran informasi pribadi seorang individu atau organisasi kepada publik dan menimbulkan perspektif (framing) yang salah terhadap pemilik data.

 Penyebaran itu dilakukan tanpa seizin pemilik data.

Bjorka diketahui bikin heboh lantaran pada Jumat (9/9), mengklaim dirinya telah berhasil meretas ratusan ribu dokumen dan surat-surat. Ia menggunggah itu di forum breached.to

Dalam unggahan itu, Bjorka klaim membocorkan surat-surat rahasia pemerintah, termasuk surat rahasia BIN untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono membantah klaim hacker Bjorka yang menyebut telah membocorkan dokumen milik Presiden Jokowi.

Melalui pesan singkat kepada tim KompasTV, Istana memastikan tidak ada data ataupun dokumen rahasia presiden yang dicuri.

Heru menyebut, surat ataupun dokumen rahasia presiden terenkripsi secara berlapis, kata sandi dokumen pun setiap saat diubah sehingga tidak akan ada kebocoran dokumen bin yang dikirim ke presiden.

Ahli Digital Forensik Ruby Alamsyah menyebut, data yang dijual oleh hacker Bjorka bukanlah dokumen kepresidenan ataupun BIN.

Melainkan tabel database yang berisi daftar judul surat yang biasanya didokumentasikan administrator.

Meski demikian, Ruby melihat aksi Bjorka dipicu klaim Kominfo yang menyebut dugaan peretasan dokumen di laman breached.to adalah berita bohong.

Bjorka mengklaim, telah membocorkan lebih dari 678 ribu dokumen berentang waktu 2019 hingga 2021 dalam bentuk file terkompresi berukuran 40 megabyte.

Sumber: tribunnews

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Daily News

quiz

sobar

bebegig

$results={3}
close